Apakah industri robot sudah tamat?
Mari mulai dengan tiga kejutan besar.
1、Unitree Robotics
Pada hari pertama melantai di bursa, sahamnya dibuka pada harga 1.100 yuan. Sekarang tinggal 450,40 yuan. Kapitalisasi pasar tertingginya mencapai 444,9 miliar yuan, kini sekitar 182,2 miliar yuan.
Kapitalisasi pasar sebesar lebih dari 260 miliar yuan lenyap.
2、Mech-Mind Robotics
Penawaran umum sahamnya di Hong Kong mengalami kelebihan permintaan hingga 3.835 kali, diperebutkan oleh 250 ribu orang.
Namun, pada hari pertama sahamnya langsung anjlok di bawah harga IPO, lalu sempat turun lebih dari 20% dari harga penawaran.
3、Pudu Technology
Pada hari pertama sahamnya melonjak 265,68%, tetapi keesokan harinya langsung anjlok hampir 48%.
Benar-benar seperti naik roller coaster. Mereka yang membeli di harga tinggi pada dasarnya sudah sampai di puncak.
Jadi, apakah industri robot sudah tamat?
Menurut saya, belum.
Era ketika robot mengandalkan presentasi untuk menjual mimpi dan konsep untuk mendongkrak valuasi sedang mendingin.
1⃣ Kinerja robot utuh:
Robot humanoid memang mulai dikirimkan, tetapi jalan menuju “menggantikan manusia dalam bekerja dan menghasilkan uang secara konsisten” masih panjang.
Pada 2025, pendapatan Unitree dari robot humanoid mencapai 868 juta yuan, sekitar setengah dari total pendapatannya.
Pada paruh pertama tahun ini, UBTECH bahkan mengirimkan 921 robot humanoid berukuran penuh dengan kecerdasan embodied.
Namun, apa artinya 921 unit?
Untuk industri dengan kapitalisasi pasar ratusan miliar yuan, jumlah itu masih jauh dari industrialisasi skala besar yang sesungguhnya.
Meski kemajuan komersialisasi UBTECH terbilang unggul, perusahaan itu masih merugi.
Akumulasi kerugiannya selama enam tahun terakhir mencapai lebih dari 5 miliar yuan.
Membuat robot itu mudah. Membuatnya mampu menunjukkan kemampuannya, lalu menghasilkan arus kas secara konsisten, itu benar-benar sulit.
2⃣ IPO di Hong Kong: pasar sudah mulai mendinginkan cerita ini lebih awal.
Pada September, ada 12 saham baru yang melantai di Hong Kong. Tujuh di antaranya ditutup di bawah harga IPO pada hari pertama, dengan tingkat penurunan hampir 60%.
Saham Pudu Technology melonjak 265,68% pada hari pertama, lalu anjlok hingga hampir separuhnya.
Contoh paling klasik adalah Mech-Mind.
Perusahaan ini melantai dengan gelar “saham pertama di bidang mata, otak, dan tangan untuk kecerdasan embodied”.
Namun, jika diteliti lebih saksama, kita akan menemukan bahwa:
Pada 2025, 93% pendapatannya berasal dari produk panduan robot cerdas. Pada dasarnya, ini masih berupa teknologi visi 3D industri beserta perangkat lunak terkait.
Mech-GPT dan Mech-Hand, yang benar-benar mewakili “otak” dan “tangan”, secara gabungan menyumbang pendapatan kurang dari 1,1%.
Bukan berarti Mech-Mind tidak punya kemampuan. Justru sebaliknya.
Pada paruh pertama tahun ini, pendapatannya tumbuh 54,7%, pesanan baru yang ditandatangani meningkat 75,3%, margin laba kotornya 65%, dan jumlah pesanan yang belum dipenuhi naik dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kinerja perusahaan saat ini masih berjarak dari kisah “kecerdasan embodied” yang dijual kepada pasar.
Inilah alasan pasar mulai menilai ulang perusahaan tersebut.
3⃣ Rantai industri robot masih terus berkembang
Pihak yang benar-benar menghasilkan uang kini mulai berfokus pada bisnis “menjual sekop”.
Pada paruh pertama tahun ini, pendapatan Inovance Technology mencapai 24,675 miliar yuan, dengan laba bersih yang diatribusikan kepada pemegang saham perusahaan induk sebesar 2,81 miliar yuan.
Bisnis robot humanoid Leisai Intelligent juga mulai memperoleh pesanan nyata:
Pesanan motor torsi tanpa rangka yang belum dipenuhi telah melampaui 1 juta unit. Modul sendi planet, sendi harmonik, dan tangan cekatan sudah mulai dipasok secara massal. Perusahaan ini juga telah mendapatkan pesanan dari hampir 100 pelanggan robot.
RoboSense juga mendapatkan penunjukan untuk memasok lidar bagi salah satu model FAW Toyota, dengan jumlah hampir 1 juta unit selama lima tahun.
Produk-produk nyata yang sudah diterapkan ini sangat berbeda dari pertunjukan seperti salto ke belakang.
Pada akhirnya, semua itu harus diwujudkan menjadi: pesanan, pengiriman, pendapatan, dan laba.
Pada tahap sekarang, justru saya merasa industri robot sedang memasuki babak baru.
👉Dulu yang dibandingkan adalah:
Robot humanoid siapa yang lebih keren.
Peluncuran produk siapa yang lebih spektakuler.
Siapa yang bisa menjual cerita lebih besar.
👉Sekarang yang mulai dibandingkan adalah:
Siapa yang benar-benar bisa memproduksi secara massal.
Siapa yang bisa menekan biaya.
Siapa yang bisa mendapatkan pesanan dari pelanggan besar.
Komponen siapa yang bisa diproduksi dalam volume besar.
Siapa yang bisa membuat pemilik pabrik menyadari setelah menghitung-hitung:
Membeli robot lebih menguntungkan daripada mempekerjakan orang.
Jadi, robot belum tamat. Yang tamat adalah logika “asal diberi label kecerdasan embodied, nilainya pasti ratusan miliar hingga triliunan yuan”.
Upacara kedewasaan robot bukanlah salto ke belakang.
Melainkan saat suatu hari nanti, pemilik perusahaan benar-benar bersedia membayar gajinya setiap bulan.
🤖Kesimpulan: Yang tamat bukan robot, melainkan orang-orang yang omong besar.
Mari mulai dengan tiga kejutan besar.
1、Unitree Robotics
Pada hari pertama melantai di bursa, sahamnya dibuka pada harga 1.100 yuan. Sekarang tinggal 450,40 yuan. Kapitalisasi pasar tertingginya mencapai 444,9 miliar yuan, kini sekitar 182,2 miliar yuan.
Kapitalisasi pasar sebesar lebih dari 260 miliar yuan lenyap.
2、Mech-Mind Robotics
Penawaran umum sahamnya di Hong Kong mengalami kelebihan permintaan hingga 3.835 kali, diperebutkan oleh 250 ribu orang.
Namun, pada hari pertama sahamnya langsung anjlok di bawah harga IPO, lalu sempat turun lebih dari 20% dari harga penawaran.
3、Pudu Technology
Pada hari pertama sahamnya melonjak 265,68%, tetapi keesokan harinya langsung anjlok hampir 48%.
Benar-benar seperti naik roller coaster. Mereka yang membeli di harga tinggi pada dasarnya sudah sampai di puncak.
Jadi, apakah industri robot sudah tamat?
Menurut saya, belum.
Era ketika robot mengandalkan presentasi untuk menjual mimpi dan konsep untuk mendongkrak valuasi sedang mendingin.
1⃣ Kinerja robot utuh:
Robot humanoid memang mulai dikirimkan, tetapi jalan menuju “menggantikan manusia dalam bekerja dan menghasilkan uang secara konsisten” masih panjang.
Pada 2025, pendapatan Unitree dari robot humanoid mencapai 868 juta yuan, sekitar setengah dari total pendapatannya.
Pada paruh pertama tahun ini, UBTECH bahkan mengirimkan 921 robot humanoid berukuran penuh dengan kecerdasan embodied.
Namun, apa artinya 921 unit?
Untuk industri dengan kapitalisasi pasar ratusan miliar yuan, jumlah itu masih jauh dari industrialisasi skala besar yang sesungguhnya.
Meski kemajuan komersialisasi UBTECH terbilang unggul, perusahaan itu masih merugi.
Akumulasi kerugiannya selama enam tahun terakhir mencapai lebih dari 5 miliar yuan.
Membuat robot itu mudah. Membuatnya mampu menunjukkan kemampuannya, lalu menghasilkan arus kas secara konsisten, itu benar-benar sulit.
2⃣ IPO di Hong Kong: pasar sudah mulai mendinginkan cerita ini lebih awal.
Pada September, ada 12 saham baru yang melantai di Hong Kong. Tujuh di antaranya ditutup di bawah harga IPO pada hari pertama, dengan tingkat penurunan hampir 60%.
Saham Pudu Technology melonjak 265,68% pada hari pertama, lalu anjlok hingga hampir separuhnya.
Contoh paling klasik adalah Mech-Mind.
Perusahaan ini melantai dengan gelar “saham pertama di bidang mata, otak, dan tangan untuk kecerdasan embodied”.
Namun, jika diteliti lebih saksama, kita akan menemukan bahwa:
Pada 2025, 93% pendapatannya berasal dari produk panduan robot cerdas. Pada dasarnya, ini masih berupa teknologi visi 3D industri beserta perangkat lunak terkait.
Mech-GPT dan Mech-Hand, yang benar-benar mewakili “otak” dan “tangan”, secara gabungan menyumbang pendapatan kurang dari 1,1%.
Bukan berarti Mech-Mind tidak punya kemampuan. Justru sebaliknya.
Pada paruh pertama tahun ini, pendapatannya tumbuh 54,7%, pesanan baru yang ditandatangani meningkat 75,3%, margin laba kotornya 65%, dan jumlah pesanan yang belum dipenuhi naik dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kinerja perusahaan saat ini masih berjarak dari kisah “kecerdasan embodied” yang dijual kepada pasar.
Inilah alasan pasar mulai menilai ulang perusahaan tersebut.
3⃣ Rantai industri robot masih terus berkembang
Pihak yang benar-benar menghasilkan uang kini mulai berfokus pada bisnis “menjual sekop”.
Pada paruh pertama tahun ini, pendapatan Inovance Technology mencapai 24,675 miliar yuan, dengan laba bersih yang diatribusikan kepada pemegang saham perusahaan induk sebesar 2,81 miliar yuan.
Bisnis robot humanoid Leisai Intelligent juga mulai memperoleh pesanan nyata:
Pesanan motor torsi tanpa rangka yang belum dipenuhi telah melampaui 1 juta unit. Modul sendi planet, sendi harmonik, dan tangan cekatan sudah mulai dipasok secara massal. Perusahaan ini juga telah mendapatkan pesanan dari hampir 100 pelanggan robot.
RoboSense juga mendapatkan penunjukan untuk memasok lidar bagi salah satu model FAW Toyota, dengan jumlah hampir 1 juta unit selama lima tahun.
Produk-produk nyata yang sudah diterapkan ini sangat berbeda dari pertunjukan seperti salto ke belakang.
Pada akhirnya, semua itu harus diwujudkan menjadi: pesanan, pengiriman, pendapatan, dan laba.
Pada tahap sekarang, justru saya merasa industri robot sedang memasuki babak baru.
👉Dulu yang dibandingkan adalah:
Robot humanoid siapa yang lebih keren.
Peluncuran produk siapa yang lebih spektakuler.
Siapa yang bisa menjual cerita lebih besar.
👉Sekarang yang mulai dibandingkan adalah:
Siapa yang benar-benar bisa memproduksi secara massal.
Siapa yang bisa menekan biaya.
Siapa yang bisa mendapatkan pesanan dari pelanggan besar.
Komponen siapa yang bisa diproduksi dalam volume besar.
Siapa yang bisa membuat pemilik pabrik menyadari setelah menghitung-hitung:
Membeli robot lebih menguntungkan daripada mempekerjakan orang.
Jadi, robot belum tamat. Yang tamat adalah logika “asal diberi label kecerdasan embodied, nilainya pasti ratusan miliar hingga triliunan yuan”.
Upacara kedewasaan robot bukanlah salto ke belakang.
Melainkan saat suatu hari nanti, pemilik perusahaan benar-benar bersedia membayar gajinya setiap bulan.
🤖Kesimpulan: Yang tamat bukan robot, melainkan orang-orang yang omong besar.