Intisari
Pada akhir September, Jessica Walker dari Binance berbincang dengan Michael Saylor—Pendiri sekaligus Ketua Eksekutif Strategy Inc. dan bisa dibilang pendukung Bitcoin terbesar—dalam wawancara luas di kanal YouTube kami.
Topik yang dibahas mencakup metrik pasar yang dipantau Saylor, tesis utamanya bahwa Bitcoin sedang muncul sebagai “Modal Digital”, serta gagasan bahwa saat ini kita sedang berada dalam “demam emas” aset digital yang akan berlangsung hingga 2035.
Lanjutkan membaca untuk mendengar pandangan Michael Saylor tentang Bitcoin dan arah perkembangan ekonomi kripto.
Baik Anda sekadar sesekali mengikuti kripto maupun mengikuti pasar dengan saksama, Anda mungkin pernah mendengar Michael Saylor, salah satu tokoh paling dikenal di dunia Bitcoin dan sosok di balik strategi akumulasi BTC Strategy yang telah berlangsung lama.
Saylor turut membentuk percakapan arus utama tentang Bitcoin sebagai aset di neraca, dan pandangannya terus dicermati di dunia kripto maupun keuangan tradisional.
Dalam wawancara mendalam dengan Jessica Walker dari Binance di kanal YouTube kami, Saylor menguraikan pandangan terbarunya tentang Bitcoin, mulai dari sinyal pasar yang ia amati hingga pandangannya tentang Bitcoin sebagai “Modal Digital”. Ia juga menjelaskan mengapa ia menyebut periode hingga 2035 sebagai “demam emas” aset digital, serta bagaimana akumulasi BTC dan ambisi kredit digital Strategy berkaitan dengan rentang waktu tersebut.
Tonton Wawancara Lengkap →
Hal yang Diamati Saylor di Pasar
“Biasanya kami melihat rata-rata pergerakan 200 minggu, serta premi atau diskon terhadap rata-rata pergerakan 200 minggu tersebut.”
Bagi Saylor, rata-rata pergerakan 200 minggu adalah salah satu acuan utama, terutama saat pasar mengalami reset dan mencari pijakan. Ia juga menyinggung perilaku pasar belakangan ini. Menurutnya, modal beralih ke sektor AI dan putaran penggalangan dana besar di pasar privat, sehingga dalam jangka pendek likuiditas menjauh dari kripto.
Bitcoin sebagai “Modal Digital” dan Empat Pendorong Utama Adopsi
Tesis utama Saylor adalah bahwa Bitcoin sedang berkembang menjadi “Modal Digital”, yaitu penyimpan nilai jangka panjang yang dapat dimiliki secara global dan digunakan sebagai landasan bagi produk keuangan lainnya. Ia menjelaskan empat pendorong yang dapat memperluas adopsi seiring waktu:
Sekuritisasi: ETF dan produk Bitcoin terbungkus yang mempermudah kepemilikan eksposur BTC melalui instrumen investasi tradisional.
Perusahaan treasury: perusahaan publik yang membangun struktur ekuitas di atas kepemilikan Bitcoin.
Kredit Digital: instrumen yang dirancang untuk menawarkan profil volatilitas dan arus kas berbeda dari kepemilikan BTC secara langsung.
Kredit perbankan: bank yang menyimpan BTC dan memberikan pinjaman dengan BTC sebagai jaminan.
Dengan membuat analogi ke kelas aset lainnya, Saylor berpendapat bahwa ketersediaan kredit dapat memengaruhi seberapa luas suatu aset dimiliki dan digunakan sebagai jaminan pembiayaan. Inilah pandangannya tentang bagaimana adopsi dapat berkembang melalui infrastruktur keuangan tradisional.
Pendekatan Strategy dalam Mengakumulasi BTC
Pembelian BTC oleh Strategy telah diamati dengan saksama selama bertahun-tahun, dan sering dianggap sebagai sinyal tentang cara perusahaan publik dapat memasukkan Bitcoin ke dalam neraca mereka. Banyak orang bertanya-tanya: apakah ada target, atau titik saat pembelian akan berhenti? Menurut Saylor, pertanyaan itu tak perlu lagi diperdebatkan karena tidak ada target yang ditetapkan.
“Kami tidak memiliki target tertentu. Kami mengakumulasi Bitcoin seiring kami menghimpun modal.”
Alasan Strategy Membangun Kredit Digital
Bagian penting dari percakapan ini adalah penjelasan Saylor tentang mengapa membeli Bitcoin secara langsung tidak cocok bagi semua investor. Banyak portofolio kesulitan menanggung volatilitas BTC, sekalipun investornya sangat yakin pada tesis jangka panjang. Menurut Saylor, “Kredit Digital” seperti STRC hadir untuk mengemas ulang eksposur Bitcoin ke dalam instrumen yang menawarkan profil volatilitas dan arus kas berbeda.
Untuk memperjelas maksudnya, Saylor memberikan dua analogi:
Minyak mentah versus bensin: energi dasarnya tetap ada, tetapi banyak “mesin” membutuhkan minyak mentah yang diolah menjadi bentuk yang dapat digunakan.
Jet tempur versus jet penumpang: BTC adalah kendaraan berperforma tinggi, sedangkan Kredit Digital dirancang untuk perjalanan yang lebih mulus.
“Cara kami menggambarkannya adalah Bitcoin seperti jet tempur, sedangkan Kredit Digital seperti STRC itu seperti jet penumpang.”
STRC vs. Emas, dan Bitcoin milik Strategy
Saat ditanya tentang perbedaan STRC dengan emas dan emas yang ditokenisasi, Saylor membedakan modal dari kredit. Emas dan Bitcoin merupakan bentuk modal, sedangkan STRC adalah kredit yang dibangun di atas “Modal Digital”, dan dapat dibandingkan dengan instrumen kredit berjaminan emas dari masa lalu.
STRC, yang juga dikenal sebagai “Stretch”, adalah saham preferen perpetual terdaftar di Nasdaq yang diterbitkan oleh Strategy dan membayar dividen tunai. Strategy secara aktif mengelola STRC di sekitar nilai nominal $100, dengan kemampuan untuk menerbitkan saham di atas $100 dan membeli kembali saham di bawah $100. Saat rekaman dibuat, neraca Strategy bernilai lebih dari 840.000 bitcoin.
“Kami memiliki lebih dari 4% dari seluruh Bitcoin yang akan pernah ada.”
Penafian: Kepemilikan BTC, angka pasar, imbal hasil, dan ketentuan produk dapat berubah. Bitcoin dan sekuritas seperti STRC memiliki risiko yang berbeda; imbal hasil maupun dividen di masa mendatang tidak dijamin. Tinjau pengungkapan terkini sebelum mengambil keputusan investasi.
Apakah Kita Masih di Awal? Tesis “Demam Emas” Saylor
“Menurut saya, ekonomi kripto mungkin bernilai $3 triliun saat ini… Semua aset lain dalam perekonomian bernilai $1.000 triliun atau $1.200 triliun.”
Menjelang akhir wawancara, Saylor menjawab satu pertanyaan yang ada di benak setiap investor kripto: di mana posisi bitcoin dalam kurva adopsi? Dengan kata lain, apakah kita masih di awal?
“Menurut saya, kita sedang berada dalam demam emas hingga tahun 2035.”
Dibandingkan dengan pasar aset global yang lebih luas, Saylor berpendapat bahwa ekonomi kripto masih kecil dan berada dalam fase yang ia gambarkan sebagai “mode pertumbuhan hiper”. Ia juga mendasarkan pandangannya bahwa kita masih “di awal” pada dinamika pasokan. Saylor meyakini bahwa pada 2035, 99% dari seluruh bitcoin akan telah ditambang. Ia menggambarkan periode dari sekarang hingga 2035 sebagai “demam emas” bagi aset digital.
Kelimpahan AI dan “Aset Trofi”
Di tengah pembicaraan tentang Bitcoin dan aset digital, percakapan juga menyinggung AI, robotika, serta pandangan Saylor tentang apa yang akan menjadi lebih murah dan apa yang akan tetap langka. Menurutnya, teknologi menurunkan biaya barang yang dapat diproduksi dalam skala besar, sementara “aset trofi” tertentu tetap langka berdasarkan definisinya.
“Robot tidak bisa menciptakan lebih banyak properti tepi pantai di Palm Beach.”
Dengan menunjuk contoh seperti gunung dan karya seni, Saylor berpendapat bahwa robot tidak bisa menghasilkan Picasso lainnya, juga tidak bisa menciptakan lebih banyak garis pantai. Aset langka yang diinginkan tetap langka, sekalipun teknologi membuat lebih banyak layanan dan kebutuhan sehari-hari—makanan, air, pengacara, dan sebagainya—menjadi lebih murah.
Ringkasan
Saylor mengamati rata-rata pergerakan 200 minggu Bitcoin dan arus modal institusional untuk memahami struktur pasar.
Ia menggambarkan Bitcoin sebagai “modal digital”, dengan adopsi yang meluas melalui ETF, perusahaan treasury, kredit digital, dan kredit perbankan.
Akumulasi BTC Strategy tidak memiliki target tetap; jumlahnya hanya akan meningkat seiring penghimpunan modal.
STRC diposisikan sebagai “kredit digital”, yang dirancang bagi investor yang menginginkan profil volatilitas dan arus kas berbeda dari kepemilikan BTC secara langsung.
Saylor memandang 2026–2035 sebagai periode penting bagi adopsi, dan menyebutnya “demam emas” aset digital.
Tonton Wawancara Lengkap →
Bacaan Lainnya
Hal yang Perlu Diketahui tentang CLARITY Act dan Langkah Selanjutnya
Binance Intelligence Membuat Keuangan Lebih Cerdas untuk Semua Orang
Memperluas Akses ke Pasar Global
Penafian: Konten dapat mencakup komentar dan opini pihak ketiga (termasuk, tetapi tidak terbatas pada, komentar dan opini yang disampaikan oleh moderator, pembawa acara, atau peserta yang bukan karyawan Binance). Harap diperhatikan bahwa: (a) seluruh konten disajikan “apa adanya” hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa pernyataan atau jaminan dalam bentuk apa pun; (b) komentar dan opini tersebut merupakan milik pihak ketiga yang bersangkutan, dan tidak dimaksudkan untuk mencerminkan pandangan, komentar, atau opini Binance; dan (c) oleh karena itu, komentar dan opini yang disampaikan di platform kami tidak dimaksudkan sebagai, dan tidak boleh ditafsirkan sebagai, dukungan dari Binance. Kami tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kelalaian apa pun, maupun atas hasil yang diperoleh dari penggunaan informasi tersebut oleh Anda. Konten dalam video ini tidak boleh ditafsirkan sebagai nasihat keuangan.
