Dunia kripto kembali menciptakan “saham”, kali ini dengan kedok kepatuhan regulasi.
Securitize hadir di Solana dengan 12 saham AS yang ditokenisasi: Apple, Nvidia, Tesla. Lengkap dengan hak pemegang saham, perdagangan di NYSE sedang disiapkan, dan harganya sudah naik lebih dari 10%.
Pada 2021, Binance dan FTX melakukan hal serupa, lalu diburu regulator dan menghapusnya dari daftar perdagangan enam bulan kemudian.
Apa bedanya?
Dulu caranya “liar”—bursa mencetak saham sendiri, tanpa ada pihak yang menjamin.
Kali ini pemain berlisensi, yang memasukkan “hak pemegang saham” ke dalam produk dan menjawab langsung pertanyaan saat itu: bagaimana bisa orang di seluruh dunia membeli saham 24/7, tetapi tak tunduk pada aturan pasar saham AS?
Pada hari yang sama, IMF mengingatkan: pasar tokenisasi berpotensi memperbesar risiko sistemik.
Terjemahannya: jika gejolak pasar saham AS bisa merambat tanpa jeda melalui blockchain selama 24 jam, apakah mekanisme penghentian perdagangan masih bisa berfungsi?
Satu sisi berlari kencang, sisi lain menginjak rem—resep yang sudah familier.
Pendapat blak-blakan:
Hambatan sesungguhnya bagi saham yang ditokenisasi tak pernah soal teknologi, melainkan “siapa yang menjamin”.
Pada 2021, semuanya kandas karena tak ada yang menjamin. Pada 2026, Securitize menjadikan kepatuhan sebagai tiket masuk.
Tapi jangan buru-buru menyebutnya revolusi RWA.
IMF saja sudah mulai menyusun laporan risiko. Artinya, hal ini sudah terlalu besar untuk sekadar menjadi “proyek percontohan”.
Setiap langkah berikutnya akan ditentukan lewat perundingan di meja regulator.
#RWA #代币化股票 #solana #BİNANCE