Sudah trading setahun tapi masih kena likuidasi? Bukan karena tak bisa trading, tapi ukuran posisi belum tepat
Sudah trading kripto lebih dari setahun, tapi masih sering kena likuidasi saat trading kontrak? Bukan karena tak bisa trading, tapi ada tiga hal yang belum dilakukan dengan benar.
Leverage bukan satu-satunya risiko; ukuran posisi adalah penentu hidup dan mati. Pakai leverage 100x dengan hanya 1% dari modal untuk membuka posisi, sekali terkena hantaman, yang rugi hanya 1% itu, bukan seluruh akun. Ada yang trading ETH dengan leverage 20x dan hanya mengalokasikan 2% modal setiap kali, selama tiga tahun tak pernah kena likuidasi. Risiko sebenarnya kira-kira setara dengan leverage dikalikan ukuran posisi. Leverage boleh tinggi, tapi ukuran posisi harus kecil. Leverage rendah dengan posisi penuh pun tetap bisa berujung bangkrut.
Stop-loss bukan berarti mengaku kalah, tapi seperti sekring pengaman. Akun yang hancur saat harga anjlok biasanya tak memangkas posisi meski sudah rugi 5%. Batasi kerugian tiap transaksi hingga maksimal 2% dari modal. Kalau batas ini terlewati, akun masih selamat. Tanpa batas ini, satu gerakan tajam saja bisa membakar seluruh kotak listrik.
Menambah posisi bukan berarti mempertaruhkan semuanya. Gunakan 10% untuk posisi awal sebagai uji coba, lalu tambahkan posisi hanya dengan keuntungan. Dengan modal 50.000, posisi awal 5.000, leverage 10x. Menambah posisi dari keuntungan disebut menggulung keuntungan; menambahnya saat merugi sama saja membuang uang.
Ukuran posisi bisa dihitung: modal dikalikan 2%, lalu dibagi jarak stop-loss dikalikan leverage. Dengan modal 50.000, stop-loss 2%, dan leverage 10x, ukuran maksimalnya hanya 5.000. Lebih dari itu bukan berarti berani, tapi sama saja melepas sekring pengaman.
Ambil untung dalam tiga tahap. Saat profit 20%, tutup sepertiga posisi; saat profit 50%, tutup sepertiga lagi; tutup sisanya jika harga menembus garis MA 5 hari. Kalau melakukan transaksi ratusan kali sebulan, biaya transaksi diam-diam bisa menggerus 20% modal. Kalau tak segera mengambil keuntungan, sebagian besar profit biasanya akan kembali hilang.
Dengan stop-loss 2% dan take-profit 20%, tingkat kemenangan sekitar 34% saja sudah bisa menghasilkan keuntungan. Kamu tak perlu selalu benar; cukup batasi kerugian saat salah dan pertahankan posisi saat benar.
Cukup ikuti empat aturan: kerugian per transaksi maksimal 2%, lakukan transaksi maksimal 20 kali setahun, rasio untung-rugi minimal 3 banding 1, dan biarkan akun tanpa posisi selama 70% waktu. Pasar bekerja berdasarkan probabilitas. Pertaruhkan 2% untuk menangkap tren, jangan pertaruhkan seluruh harta demi sekadar firasat.
Empat aturan ini sudah kutulis di komunitas kecil @老森笔记 . Kalau masih sering kena likuidasi karena membuka posisi penuh dengan leverage tinggi, tulis leverage dan ukuran posisimu di kolom komentar. Aku hanya akan bantu hitung berapa maksimal posisi yang bisa dibuka berikutnya.
Sudah trading kripto lebih dari setahun, tapi masih sering kena likuidasi saat trading kontrak? Bukan karena tak bisa trading, tapi ada tiga hal yang belum dilakukan dengan benar.
Leverage bukan satu-satunya risiko; ukuran posisi adalah penentu hidup dan mati. Pakai leverage 100x dengan hanya 1% dari modal untuk membuka posisi, sekali terkena hantaman, yang rugi hanya 1% itu, bukan seluruh akun. Ada yang trading ETH dengan leverage 20x dan hanya mengalokasikan 2% modal setiap kali, selama tiga tahun tak pernah kena likuidasi. Risiko sebenarnya kira-kira setara dengan leverage dikalikan ukuran posisi. Leverage boleh tinggi, tapi ukuran posisi harus kecil. Leverage rendah dengan posisi penuh pun tetap bisa berujung bangkrut.
Stop-loss bukan berarti mengaku kalah, tapi seperti sekring pengaman. Akun yang hancur saat harga anjlok biasanya tak memangkas posisi meski sudah rugi 5%. Batasi kerugian tiap transaksi hingga maksimal 2% dari modal. Kalau batas ini terlewati, akun masih selamat. Tanpa batas ini, satu gerakan tajam saja bisa membakar seluruh kotak listrik.
Menambah posisi bukan berarti mempertaruhkan semuanya. Gunakan 10% untuk posisi awal sebagai uji coba, lalu tambahkan posisi hanya dengan keuntungan. Dengan modal 50.000, posisi awal 5.000, leverage 10x. Menambah posisi dari keuntungan disebut menggulung keuntungan; menambahnya saat merugi sama saja membuang uang.
Ukuran posisi bisa dihitung: modal dikalikan 2%, lalu dibagi jarak stop-loss dikalikan leverage. Dengan modal 50.000, stop-loss 2%, dan leverage 10x, ukuran maksimalnya hanya 5.000. Lebih dari itu bukan berarti berani, tapi sama saja melepas sekring pengaman.
Ambil untung dalam tiga tahap. Saat profit 20%, tutup sepertiga posisi; saat profit 50%, tutup sepertiga lagi; tutup sisanya jika harga menembus garis MA 5 hari. Kalau melakukan transaksi ratusan kali sebulan, biaya transaksi diam-diam bisa menggerus 20% modal. Kalau tak segera mengambil keuntungan, sebagian besar profit biasanya akan kembali hilang.
Dengan stop-loss 2% dan take-profit 20%, tingkat kemenangan sekitar 34% saja sudah bisa menghasilkan keuntungan. Kamu tak perlu selalu benar; cukup batasi kerugian saat salah dan pertahankan posisi saat benar.
Cukup ikuti empat aturan: kerugian per transaksi maksimal 2%, lakukan transaksi maksimal 20 kali setahun, rasio untung-rugi minimal 3 banding 1, dan biarkan akun tanpa posisi selama 70% waktu. Pasar bekerja berdasarkan probabilitas. Pertaruhkan 2% untuk menangkap tren, jangan pertaruhkan seluruh harta demi sekadar firasat.
Empat aturan ini sudah kutulis di komunitas kecil @老森笔记 . Kalau masih sering kena likuidasi karena membuka posisi penuh dengan leverage tinggi, tulis leverage dan ukuran posisimu di kolom komentar. Aku hanya akan bantu hitung berapa maksimal posisi yang bisa dibuka berikutnya.