Anthropic, yang bernilai 2 triliun dolar AS: menjual masa depan atau tagihan selangit?

Perusahaan yang menyandang gelar “AI terkuat di dunia” ini mencatat pendapatan 46 miliar dolar AS tahun lalu—tampak mengesankan. Namun, lihat sisi lainnya: kerugian operasionalnya mencapai 80 miliar dolar AS, atau 1,75 kali pendapatannya. Kerugiannya jauh lebih besar dibandingkan Uber dan Airbnb sebelum mereka melantai di bursa. Meski begitu, perusahaan ini kini mengetuk pintu IPO dengan valuasi 2 triliun dolar AS.

Mari pahami dulu hakikat IPO. Anthropic telah menghimpun lebih dari 120 miliar dolar AS dari pasar privat, dan para pendiri serta pemegang saham awal sangat membutuhkan jalan keluar untuk merealisasikan kekayaan di atas kertas mereka. Dengan melantai di bursa, perusahaan bisa terus menghimpun dana untuk membiayai komputasi, sekaligus membuka jalan keluar bagi pemegang saham lama. Pertanyaannya: apakah investor publik yang baru masuk akan ikut naik kereta berikutnya, atau justru menanggung beban dari putaran sebelumnya?

Lalu, lihat kontrak yang mengikatnya: kontrak komputasi senilai 518 miliar dolar AS, dengan 80% di antaranya tak bisa dibatalkan. Dipakai atau tidak, tetap harus dibayar. Yang lebih pelik, hampir separuh pendapatannya diperoleh melalui platform cloud Amazon dan Google—keduanya sekaligus pemilik “rumah”, saluran distribusi, dan pesaing yang mengembangkan model mereka sendiri. Apakah bisnis ini benar-benar aman jika urat nadinya diserahkan kepada para pesaing?

Yang paling mematikan adalah perang harga. Harga layanan AI per unit telah turun menjadi 0,96 dolar AS. Bahayanya bukan sekadar harga yang turun, melainkan penurunannya lebih cepat daripada biaya komputasi. Efisiensi chip meningkat 30%, pesaing memangkas harga 50%, dan makin banyak pengguna berarti makin besar pula kerugian. Model open-source juga terus menikam dari belakang. Apa yang disebut kekuatan menentukan harga, untuk saat ini, hanyalah asumsi.

Sekarang mari berhitung. Model arus kas terbalik menunjukkan bahwa agar valuasi 2 triliun dolar AS bisa dipertahankan, Anthropic harus meraup pendapatan 3,6 triliun dolar AS pada 2035—setara 1,4 kali total pendapatan raksasa teknologi global saat ini. Bahkan dengan asumsi margin laba paling optimistis, yaitu 20%, valuasi wajarnya hanya 1,1 triliun dolar AS—langsung terpangkas 43%.

Jadi, jangan bertanya apakah yang dijualnya adalah masa depan. Yang dijualnya adalah sebuah kisah tentang 2035, sementara kamu harus membayar lunas hari ini. Ketika prospek gemilang sudah lebih dulu tercermin dalam harga, yang tersisa untukmu hanyalah cicilan terakhir dari kisah itu.

Menurutmu, apakah ini momen iPhone bagi AI, atau gelembung internet tahun 2000? Yuk, bahas di kolom komentar.

#SalingFollow# #PastiFollowBack#