🇺🇸 AS memperketat pengawasan visa pekerja asing

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengumumkan penangguhan Microsoft, Adobe, dan beberapa perusahaan teknologi besar lainnya dari program PERM, yang digunakan perusahaan untuk mensponsori izin tinggal permanen (green card) bagi pekerja asing, termasuk karyawan pemegang visa H-1B.

Pemerintahan Trump menuduh perusahaan-perusahaan tersebut menyalahgunakan sistem imigrasi dan mempekerjakan pekerja asing dengan cara yang berpotensi merugikan pekerja Amerika. Perusahaan lain yang turut disebut antara lain Cognizant, Infosys, Tata, Wipro, HCL, dan Capgemini.

Vance secara khusus menyoroti Microsoft. Ia menyatakan bahwa perusahaan tersebut diduga memberhentikan pekerja Amerika sambil memanfaatkan program H-1B. Microsoft membantah tuduhan itu, dengan menyatakan bahwa mayoritas karyawannya di AS adalah warga Amerika dan sekitar 80% permohonan H-1B yang diajukan perusahaan selama setahun terakhir adalah untuk pekerja yang sudah menjadi karyawan perusahaan.

⚖️ Langkah ini tidak menangguhkan program H-1B. Yang dibatasi adalah akses perusahaan-perusahaan terdampak ke proses PERM, jalur penting bagi pekerja asing untuk memperoleh izin tinggal permanen.

Pengumuman ini menandai babak baru dalam kebijakan imigrasi Pemerintahan Trump, dengan tekanan yang lebih besar terhadap perusahaan teknologi besar dan penggunaan pekerja asing berketerampilan khusus.

#AmerikaSerikat #Microsoft #JDVance #Trump #H1B #GreenCard #Imigrasi #Teknologi #PERM $MSFTB