🇺🇸 Kimberly Guilfoyle kembali menjadi sorotan kontroversi

Duta Besar Amerika Serikat untuk Yunani, Kimberly Guilfoyle, diduga meminta seorang donor Donald Trump untuk membayarkan 100.000 dolar demi melunasi utangnya kepada American Express, beberapa hari sebelum menjalani sidang konfirmasi di Senat pada Juli 2025.

Menurut pesan-pesan yang ditelaah Wall Street Journal, Guilfoyle diduga meminta Eric Deters untuk mengirimkan uang langsung ke American Express, dengan mengatakan bahwa transaksi itu tidak akan meninggalkan jejak yang terlihat. Sang donor juga mengklaim bahwa Guilfoyle menawarkan bantuan untuk menghubungkannya dengan pejabat pemerintahan Trump.

Deters, yang mengaku telah menyumbangkan ratusan ribu dolar untuk berbagai acara politik, pada akhirnya menolak membayar 100.000 dolar tersebut. Pengacara Guilfoyle membantah keaslian pesan-pesan yang disajikan WSJ.

Kasus ini memunculkan pertanyaan etis dan politis baru seputar sang duta besar, sementara sejumlah anggota parlemen AS telah meminta agar aktivitasnya diperiksa. Menteri Luar Negeri Marco Rubio, yang ditanya di Athena, menolak mengomentari tuduhan-tuduhan baru tersebut.

💬 Kasus ini berpotensi memicu perdebatan di Washington mengenai batas antara pengaruh politik, sumbangan pribadi, dan kepentingan pribadi.

#AmerikaSerikat #Trump #KimberlyGuilfoyle #Politik #Washington #Diplomasi #Skandal #Berita