Poin Penting

  • Level support adalah titik harga di mana suatu aset diperkirakan akan mengalami tekanan beli yang signifikan; oleh karena itu, ia gagal menembus ke bawah.

  • Level resistance adalah titik harga di mana suatu aset diperkirakan akan mengalami tekanan jual yang signifikan, sehingga gagal menembus level tersebut.

  • Angka bulat, rata-rata pergerakan, garis tren, level pivot, dan data historis adalah indikator umum untuk menemukan level support dan resistance.

  • Stop dan limit, pending order, dan struktur korektif adalah strategi support dan resistance utama untuk mengeksekusi titik harga utama dengan lebih baik.

Analisis teknis adalah aspek kunci dalam menganalisis perilaku pasar mata uang kripto. Dari semua indikator pasar yang tersedia, harga adalah satu-satunya indikator utama. Sisanya diklasifikasikan sebagai derivatif harga, sehingga merupakan indikator lagging. Sekarang harga adalah satu-satunya indikator utama di pasar, bagaimana Anda dapat menggunakannya untuk membuat keputusan investasi yang tepat dalam perdagangan kripto? Di sinilah analisis teknis berperan.

Meskipun analisis teknikal melibatkan berbagai macam indikator, analisis ini terutama mengamati pergerakan harga untuk menentukan tren dan membuat keputusan investasi yang bijaksana. Selain itu, dari semua metode analisis teknikal berbasis harga, prinsip support dan resistance adalah salah satu teknik yang paling penting dan populer. Ini dapat membantu Anda mendapatkan lebih banyak wawasan tentang kekuatan tren harga.

Panduan ini secara komprehensif mendefinisikan level support dan resistance, menjelaskan cara menggunakan angka bulat, moving average, garis tren, level pivot, dan data historis untuk menemukan level support dan resistance, serta memberikan strategi support dan resistance.

Apa itu Tingkat Dukungan?

Dalam perdagangan kripto, support adalah tingkat harga di mana suatu aset diperkirakan akan mengalami tekanan beli yang signifikan. Dengan kata lain, suatu wilayah dimana tren bearish diperkirakan akan mengalami resistensi sementara atau pembalikan total. Ketika harga suatu aset turun ke level ini, sering kali banyak pembeli yang tertarik untuk membelinya, sehingga terjadi pembalikan tren turun dan kenaikan harga berikutnya.

Anda dapat menggunakan level support untuk mengidentifikasi titik masuk potensial untuk membeli suatu aset. Misalnya, jika Anda ingin membeli investasi tertentu, Anda dapat memasuki perdagangan saat harga aset mencapai level support. Ini menunjukkan potensi pembalikan tren turun dan peluang bagus untuk membeli dengan harga lebih rendah.

Beberapa faktor dapat berkontribusi pada pembentukan tingkat dukungan. Salah satu yang terpenting adalah sentimen pasar. Jika banyak trader dan investor percaya bahwa suatu aset dinilai terlalu rendah dan seharusnya diperdagangkan pada harga yang lebih tinggi, mereka mungkin akan membelinya ketika harga turun ke titik tertentu, sehingga menciptakan level support.

Faktor lain yang dapat berkontribusi pada pembentukan level support adalah analisis teknis. Trader sering kali menggunakan indikator teknis dan pola grafik, seperti angka bulat, rata-rata pergerakan, garis tren, level pivot, dan data historis, untuk mengidentifikasi level support dan resistance potensial. Misalnya, Anda dapat mencari zona di mana harga sebelumnya telah memantul beberapa kali, yang menunjukkan bahwa itu adalah level support yang kuat.

Apa itu Tingkat Resistensi?

Berlawanan dengan support, level resistance adalah titik harga di mana suatu aset diperkirakan akan mengalami tekanan jual yang signifikan. Ini adalah zona dimana tren bullish diperkirakan mengalami resistensi sementara atau pembalikan total. Ketika harga suatu aset mencapai level ini, sering kali banyak penjual yang tertarik untuk menjualnya, sehingga terjadi pembalikan tren naik dan penurunan harga berikutnya.

Anda dapat memanfaatkan level resistensi untuk menemukan titik keluar potensial untuk menjual suatu aset. Jika Anda memegang aset tertentu, Anda dapat menjualnya saat harga mencapai level resistance. Hal ini menunjukkan potensi pembalikan tren naik dan peluang bagus untuk menjual dengan harga lebih tinggi.

Penting untuk dicatat bahwa level support dan resistance adalah indikator pergerakan harga di masa depan yang tidak dapat diandalkan. Hanya karena suatu aset pernah memantul pada tingkat harga tertentu di masa lalu, bukan berarti aset tersebut akan memantul lagi. Level tersebut juga dapat ditembus jika terjadi pergeseran signifikan dalam sentimen pasar atau faktor lain yang mempengaruhi pasar kripto.

Ada lima indikator umum untuk menemukan level support dan resistance suatu aset:

Angka Bulat

Angka bulat adalah level harga psikologis utama yang sering kali diakhiri dengan 0, seperti $10.000 atau $12,50. Manusia sering kali berpikir dalam angka bulat, dan hal ini juga berlaku di pasar keuangan. Karena lebih mudah untuk memvisualisasikan angka bulat, sebagian besar pedagang membeli dan menjual aset ketika harga mencapai angka bulat. Misalnya, jika Bitcoin (BTC) naik dari $27.000 ke $28.800, level resistensi utama berikutnya mungkin berada di antara $27.500

Untuk menggunakan angka bulat guna mendeteksi level support dan resistance, Anda harus terlebih dahulu mengidentifikasi angka bulat utama untuk mata uang kripto yang Anda perdagangkan. Ini berbeda untuk aset yang berbeda, bergantung pada riwayat harga dan volatilitasnya.

Setelah Anda mengidentifikasi angka bulat utama, Anda dapat melihat grafik harga aset dan melihat di mana aset tersebut sebelumnya memantul atau menembus. Misalnya, jika BTC sebelumnya telah beberapa kali memantul pada level $22,500, Anda dapat menganggapnya sebagai level support yang kuat.

Demikian pula, jika harga BTC berulang kali gagal menembus angka bulat seperti $28,000, Anda dapat mempertimbangkan level resistensi yang kuat.

Rata-Rata Pergerakan

Rata-rata pergerakan adalah indikator teknis populer yang dapat Anda gunakan untuk mengidentifikasi tren dan potensi level support dan resistance di pasar keuangan. Rata-rata bergerak adalah harga rata-rata suatu aset selama periode tertentu yang terus diperbarui seiring tersedianya data baru. Ada dua jenis utama moving average: simple moving average (SMA) dan exponential moving average (EMA).

Anda dapat menghitung SMA dengan mengambil harga rata-rata suatu aset selama periode tertentu, misalnya 50 hari terakhir, dan memplotnya pada grafik harga sebagai garis. Di sisi lain, EMA lebih menekankan pada data harga terkini. Anda bisa menghitungnya menggunakan rumus SMA namun menggunakan harga terkini. Artinya EMA bisa lebih responsif terhadap perubahan pasar dibandingkan SMA.

Untuk menggunakan rata-rata pergerakan guna mengidentifikasi level support dan resistance, Anda harus mencari wilayah di mana harga aset sebelumnya memantul dari rata-rata pergerakan. Misalnya, jika harga mata uang kripto berulang kali memantul dari SMA 50 hari, Anda mungkin menganggapnya sebagai level support yang kuat. Demikian pula, jika harga aset berulang kali gagal menembus EMA 200 hari, Anda mungkin menganggapnya sebagai level resistensi yang kuat.

Garis tren

Garis tren adalah garis diagonal yang mudah dikenali yang Anda gambar pada grafik harga untuk menghubungkan pergerakan harga dan menggambarkan tren naik dan tren turun. Garis tren dapat menjadi alat yang berguna untuk mengidentifikasi potensi level support dan resistance dalam perdagangan kripto. Ikuti langkah-langkah berikut untuk menggunakan garis tren secara efektif:

Langkah 1: Identifikasi Tren

Langkah pertama adalah mengidentifikasi tren harga aset yang Anda perdagangkan. Jika garis naik ke atas maka tren dianggap bullish. Jika turun ke bawah, trennya dianggap bearish.

Langkah 2: Gambar Garis Tren

Setelah Anda mengidentifikasi trennya, buatlah garis yang menghubungkan titik terendah dalam tren naik atau titik tertinggi dalam tren turun. Garis ini akan berfungsi sebagai garis tren Anda.

Langkah 3: Cari Level Support dan Resistance

Garis tren dapat bertindak sebagai level support atau resistance tergantung pada arah tren. Dalam tren naik, garis tren adalah level support; dalam tren turun, ini adalah level resistance. Carilah area dimana harga menyentuh atau melintasi garis tren. Ini adalah level support atau resistance potensial.

Tingkat Poros

Pivot point adalah alat analisis teknis yang banyak digunakan untuk menentukan potensi level support dan resistance. Anda menghitungnya berdasarkan harga tertinggi, terendah, dan penutupan hari sebelumnya. Berikut langkah-langkah menggunakan level pivot sebagai indikator untuk mencari level support dan resistance dalam trading:

Hitung Pivot Point

Pivot point dihitung berdasarkan harga tertinggi, terendah, dan penutupan hari sebelumnya. Ada beberapa cara untuk menghitung pivot point, namun cara yang paling umum adalah Standard Pivot Point Formula (SPPF), yaitu:

Pivot Point (PP) = (Tinggi + Rendah + Tutup) / 3

Temukan Level Support dan Resistance

Setelah Anda menghitung titik pivot, Anda dapat menemukan level support dan resistance menggunakan rumus berikut:

Level resistensi 1 (R1) = (2 x PP) - Rendah

Level resistensi 2 (R2) = PP + (Tinggi - Rendah)

Level resistensi 3 (R3) = Tinggi + 2 x (PP - Rendah).

Dukungan level 1 (S1) = (2 x PP) - Tinggi

Dukungan level 2 (S2) = PP - (Tinggi - Rendah)

Dukungan level 3 (S3) = Rendah - 2 x (Tinggi - PP)

Carilah Tingkat Potensial

Level support dan resistance dapat bertindak sebagai level potensial untuk memasuki atau keluar dari perdagangan. Jika harga mendekati level resistance, ini mungkin saat yang tepat untuk menjual aset atau menempatkan posisi short. Sebaliknya, jika harga mendekati level support, mungkin ini saat yang tepat untuk membeli mata uang kripto atau memasuki posisi buy.

Data historis

Data historis dalam mata uang kripto mengacu pada catatan pergerakan harga dan volume masa lalu dari suatu aset kripto tertentu. Data ini dikumpulkan dan disimpan dalam platform agregator data blockchain, memungkinkan pedagang, investor, dan analis mempelajari perilaku mata uang kripto dari waktu ke waktu. Berikut beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk menggunakan data historis guna mengidentifikasi level support dan resistance:

Kumpulkan Data Harga Historis

Untuk menemukan level support dan resistance, Anda harus mengumpulkan data harga historis untuk mata uang kripto yang ingin Anda perdagangkan. CoinGecko adalah platform agregator data blockchain independen terkemuka di dunia yang melacak lebih dari 11.000 mata uang kripto di 600+ bursa.

Plot Data pada Bagan

Setelah Anda mengumpulkan data harga historis, Anda dapat memplotnya pada grafik untuk memvisualisasikan pergerakan harga dari waktu ke waktu. Anda dapat menggunakan grafik candlestick, grafik garis, atau jenis grafik lainnya untuk menampilkan data.

Identifikasi Tingkat Harga Utama

Carilah area pada grafik di mana harga telah berulang kali memantul atau kesulitan untuk melewatinya. Level-level ini masing-masing dikenal sebagai level support dan resistance.

Gambar Garis untuk Menghubungkan Level

Setelah Anda mengidentifikasi level support dan resistance utama, Anda dapat menggambar garis horizontal untuk menghubungkannya pada grafik. Ini akan membantu Anda memvisualisasikan kisaran harga di mana aset tersebut diperdagangkan.

Gunakan Level untuk Menginformasikan Perdagangan Anda

Anda dapat menggunakan level support dan resistance untuk memperkaya keputusan trading Anda. Misalnya, pertimbangkan untuk menjual atau menjual aset jika harga mata uang kripto mendekati level resistensi. Sebaliknya, jika harga mendekati level support, pertimbangkan untuk membeli atau mengambil posisi beli pada aset tersebut.

Penting untuk dicatat bahwa level support dan resistance bukanlah titik harga yang pasti, melainkan kisaran harga di mana tekanan beli atau jual secara historis signifikan. Selain itu, level support dan resistance historis mungkin tidak akan bertahan di masa depan, jadi penting untuk menggabungkannya dengan indikator lain dalam analisis trading Anda dan mengandalkan sesuatu selain indikator tersebut.

Strategi Dukungan dan Perlawanan

Strategi support dan resistance mengacu pada penggunaan level kunci pada grafik harga di mana tekanan beli dan jual terkonsentrasi. Anda dapat menggunakan level ini untuk membuat keputusan investasi yang tepat. Di bawah ini adalah tiga strategi support dan resistance yang akan membantu Anda mengeksekusi perdagangan Anda dengan lebih baik:

Berhenti dan Batas

Stop dan limit adalah alat manajemen risiko yang penting dalam trading untuk membantu trader mengelola potensi kerugian dan keuntungan. Stop order adalah jenis order yang menutup perdagangan secara otomatis ketika harga pasar mencapai level tertentu. Di sisi lain, limit order adalah perintah untuk membeli atau menjual aset pada harga tertentu atau lebih baik. Strategi ini akan membantu Anda mengelola keuntungan dan kerugian dengan lebih baik setelah mengidentifikasi level support dan resistance.

Pesanan Tertunda

Pending order adalah pesanan yang dilakukan untuk membeli atau menjual suatu aset pada harga tertentu. Trader menggunakan order ini untuk masuk atau keluar dari perdagangan ketika harga mencapai level tertentu. Anda dapat menggunakannya untuk memasuki perdagangan ketika harga menembus level resistensi atau keluar dari perdagangan ketika mencapai target keuntungan yang telah ditentukan sebelumnya.

Struktur Korektif

Struktur kolektif adalah pola harga yang terjadi selama koreksi harga atau retracement pasar. Struktur ini digunakan oleh trader untuk mengidentifikasi potensi area support atau resistance dan untuk membuat keputusan tentang kapan harus masuk atau keluar dari perdagangan.

Struktur korektif bisa sederhana, seperti kemunduran dasar, atau lebih kompleks, seperti koreksi zigzag ganda atau tiga kali lipat. Anda dapat menggunakannya untuk mengidentifikasi potensi area support atau resistance dan membuat keputusan perdagangan yang tepat.

Kesimpulan

Level support dan resistance bertindak sebagai landasan untuk analisis teknis; oleh karena itu, Anda harus menguasainya sejak dini dalam perjalanan trading Anda. Level support adalah titik harga di mana harga gagal menembus ke bawah, sedangkan level resistance adalah ketika harga gagal menembus ke atas secara teratur. Mengonfirmasi potensi level support dan resistance dengan berbagai indikator teknis, seperti rata-rata pergerakan, angka bulat, garis tren, level pivot, dan data historis akan membantu meningkatkan akurasi analisis Anda.

#Binance #crypto2023 #BTC #BNB #dyor