Donald Trump kembali mengguncang debat teknologi dengan pernyataan yang seprovokatif sekaligus semenarik. Posisinya baru-baru ini menyebut bahwa istilah "Kecerdasan Buatan" (AI) sudah usang dan harus segera digantikan oleh istilah "Superintelligence" (SI). Menurut pandangan ini, label baru tersebut lebih tepat menggambarkan besarnya perkembangan teknis saat ini, hingga membawa retorika ke titik ekstrem dengan menyatakan bahwa siapa pun yang masih menggunakan sebutan klasik akan dikategorikan sebagai lawan atau "musuh" dari era baru ini.

Di luar nada provokatif dan sensasional dari kata-katanya, diskusi ini menyoroti sebuah kenyataan yang tak terbantahkan: perlombaan global kini tidak lagi terbatas pada asisten virtual sederhana, melainkan pada model dengan kemampuan kognitif yang masif serta otonom. Di pasar kripto, tempat proyek-proyek yang terkait dengan komputasi terdesentralisasi dan agen otonom menggerakkan miliaran dolar, pergeseran narasi menuju superinteligensi menunjukkan bahwa teknologi berkembang dengan kecepatan yang melampaui bahasa tradisional.

Narasi mengendalikan pasar keuangan, dan ketika tokoh-tokoh berprofil tinggi mencoba mendefinisikan ulang istilah permainan, mereka memaksa industri untuk memberi perhatian. Kita perlu melihat apakah konsep "Superinteligensi" ini benar-benar akan meresap dalam pemasaran proyek-proyek Web3, atau hanya akan menjadi satu lagi frasa gaduh di panggung politik.

Menurutmu, industri benar-benar sedang memasuki era "Superinteligensi" atau ini hanya strategi politik untuk menguasai headline? Tulis pendapatmu di komentar. 👇
$TRUMP
#SuperIntelligenceAlliance
$FET