Gambar saat ini: lemah dan risk-off
Bitcoin berada di dekat $82.700, sekitar 34% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa Oktober 2025 di atas $126.000. Harganya turun selama empat hari berturut-turut. (admiralmarkets)
ETF spot Bitcoin AS mengalami arus keluar sebesar $484,9 juta pada 7 Oktober, yang merupakan arus keluar harian terbesar sejak 25 Juni. (admiralmarkets)
Ethereum turun 3,3% menjadi $2.612 pada 7 Oktober. Altcoin seperti XRP dan Solana jatuh lebih cepat dibanding Bitcoin. (admiralmarkets)
Brent crude ditutup di $100,20 pada 7 Oktober, sehingga kekhawatiran inflasi tetap hidup. Dolar yang menguat menambah tekanan. (admiralmarkets)
Level yang perlu diperhatikan
Support: sekitar $82.500, lalu kisaran kira-kira $77.000–80.000 tempat BTC diperdagangkan sebulan lalu.
Resistance: $83.000 (support sebelumnya), $85.000, lalu penembusan yang gagal di dekat $87.000.
Skenario yang mungkin
Kasus dasar: perdagangan yang cenderung berombak (choppy) dan terbatasi pada range, dengan bias ke bawah selama arus keluar ETF dan kekhawatiran inflasi yang dipicu minyak masih berlanjut.
Kasus bullish: arus ETF berbalik positif dan BTC merebut kembali $85.000 atau lebih. Citigroup baru-baru ini menaikkan target BTC 12 bulan menjadi $113.000, meski itu pandangan jangka panjang.
Kasus bearish: jika tembus di bawah $82.500, bisa memicu likuidasi long lebih banyak dan penurunan menuju kisaran pertengahan-$70K.
Pantau data arus ETF, harga minyak, serta setiap kabar inflasi AS atau berita dari The Fed selama pekan ini. Kripto bisa bergerak 5–10% dalam hitungan hari, jadi anggap semuanya sebagai skenario, bukan prediksi. Saya bukan penasihat keuangan, jadi buat keputusan trading apa pun berdasarkan riset Anda sendiri dan toleransi risiko.