#frenchhillurgesclarityactpassageinlameduck 🚨 APAKAH UNDANG-UNDANG CLARITY KRIPTO AS AKAN KEMBALI? 🇺🇸
Undang-Undang CLARITY menghadapi hambatan besar di Senat — tetapi kisahnya mungkin belum berakhir.
Pada 15 September, Senat memberikan suara 49–50 untuk sebuah mosi prosedural guna melanjutkan H.R. 3633, kurang dari 60 suara yang dibutuhkan. Yang penting, ini adalah pemungutan suara prosedural, bukan pemungutan suara final tentang apakah rancangan undang-undang tersebut akan menjadi hukum.
Kini, Ketua Komite Jasa Keuangan DPR French Hill mengatakan ia masih berharap para anggota parlemen dapat menghidupkan kembali rancangan undang-undang tersebut selama masa sidang lame-duck setelah pemilu.
🔥 Mengapa ini penting bagi kripto?
🔹 Aturan federal dapat memberikan kepastian hukum yang lebih besar
Undang-Undang CLARITY dirancang untuk menetapkan kerangka federal bagi aset digital dan memperjelas peran masing-masing SEC dan CFTC. Para pendukung berpendapat bahwa undang-undang dapat memberikan aturan yang lebih tahan lama dibandingkan panduan lembaga yang dapat berubah seiring waktu.
🔹 Kepercayaan institusional
Aturan yang lebih jelas terkait pasar aset digital berpotensi memudahkan lembaga keuangan tradisional dan perusahaan kripto merencanakan investasi serta operasional jangka panjang.
🔹 Tenggat waktunya semakin dekat
Kongres telah meninggalkan Washington menjelang pemilu paruh waktu November, dan para anggota parlemen diperkirakan akan kembali untuk masa sidang setelah pemilu. Hill menunjuk periode tersebut sebagai kesempatan lain untuk bernegosiasi dan berpotensi meloloskan rancangan undang-undang itu.
⚠️ Namun, masih ada hambatan besar.
Pemungutan suara pada September menunjukkan bahwa perbedaan pendapat bipartisan masih ada, dan rancangan undang-undang itu tetap membutuhkan dukungan Senat yang cukup sebelum dapat melangkah menuju pengesahan final.
Jadi, pertanyaan besarnya bukan sekadar:
“Apakah Undang-Undang CLARITY sudah mati?”
Melainkan:
$BTC $ETH $XRP
#CLARITYAct #CryptoRegulation #Bitcoin #Ethereum #XRP #CryptoNews #BinanceSquare
Undang-Undang CLARITY menghadapi hambatan besar di Senat — tetapi kisahnya mungkin belum berakhir.
Pada 15 September, Senat memberikan suara 49–50 untuk sebuah mosi prosedural guna melanjutkan H.R. 3633, kurang dari 60 suara yang dibutuhkan. Yang penting, ini adalah pemungutan suara prosedural, bukan pemungutan suara final tentang apakah rancangan undang-undang tersebut akan menjadi hukum.
Kini, Ketua Komite Jasa Keuangan DPR French Hill mengatakan ia masih berharap para anggota parlemen dapat menghidupkan kembali rancangan undang-undang tersebut selama masa sidang lame-duck setelah pemilu.
🔥 Mengapa ini penting bagi kripto?
🔹 Aturan federal dapat memberikan kepastian hukum yang lebih besar
Undang-Undang CLARITY dirancang untuk menetapkan kerangka federal bagi aset digital dan memperjelas peran masing-masing SEC dan CFTC. Para pendukung berpendapat bahwa undang-undang dapat memberikan aturan yang lebih tahan lama dibandingkan panduan lembaga yang dapat berubah seiring waktu.
🔹 Kepercayaan institusional
Aturan yang lebih jelas terkait pasar aset digital berpotensi memudahkan lembaga keuangan tradisional dan perusahaan kripto merencanakan investasi serta operasional jangka panjang.
🔹 Tenggat waktunya semakin dekat
Kongres telah meninggalkan Washington menjelang pemilu paruh waktu November, dan para anggota parlemen diperkirakan akan kembali untuk masa sidang setelah pemilu. Hill menunjuk periode tersebut sebagai kesempatan lain untuk bernegosiasi dan berpotensi meloloskan rancangan undang-undang itu.
⚠️ Namun, masih ada hambatan besar.
Pemungutan suara pada September menunjukkan bahwa perbedaan pendapat bipartisan masih ada, dan rancangan undang-undang itu tetap membutuhkan dukungan Senat yang cukup sebelum dapat melangkah menuju pengesahan final.
Jadi, pertanyaan besarnya bukan sekadar:
“Apakah Undang-Undang CLARITY sudah mati?”
Melainkan:
$BTC $ETH $XRP
#CLARITYAct #CryptoRegulation #Bitcoin #Ethereum #XRP #CryptoNews #BinanceSquare