Setelah benar-benar memahami cara kerja leverage, kamu pasti tak ingin lagi memakai leverage tinggi. #bitcoin
Dulu aku juga maniak leverage. Leverage 50x atau 100x langsung kupakai begitu saja. Kupikir kalau tidak pakai leverage, berarti menyia-nyiakan peluang pasar. Akibatnya, aku berkali-kali kena likuidasi. Modal puluhan ribu akhirnya cuma tersisa sedikit.
Belakangan baru kusadari: leverage sama sekali bukan alat untuk cepat kaya, melainkan katalis yang mempercepatmu kehilangan semuanya. Arah prediksimu benar, tapi pasar mengalami koreksi normal saja, leverage tinggi bisa langsung membuat posisimu tersapu keluar. Saat pasar benar-benar melesat, kamu cuma bisa menonton dari pinggir. Kalau arah prediksimu salah, lebih parah lagi: dalam beberapa menit uangmu bisa habis, bahkan tak ada kesempatan untuk memperbaiki kesalahan.
Belum lagi mentalmu langsung ambyar. Pergerakan satu poin saja bisa berarti untung-rugi berkali-kali lipat. Mustahil untuk menilai keadaan dengan tenang; yang ada cuma bertahan dengan adrenalin. Bagaimana mungkin bisa menghasilkan uang secara konsisten dalam kondisi seperti itu?
Sekarang leverage yang kupakai paling hanya beberapa kali lipat. Aku benar-benar sudah paham: bertahan lebih lama sejuta kali lebih penting daripada menghasilkan uang dengan cepat. Dengan leverage rendah, kita tak panik saat pasar terkoreksi dan bisa tetap mempertahankan posisi dengan tenang. Kalau salah arah pun, kerugiannya lebih kecil, jadi masih ada kesempatan masuk lagi lain kali. Cukup sekali salah dengan leverage tinggi, kemungkinan besar kamu akan tersingkir selamanya.
Pasar kripto tak pernah kekurangan peluang. Yang langka adalah kamu masih bisa duduk tenang di meja permainan. Makin tinggi leverage, makin dekat pula kamu dengan tersingkir. Sekarang aku lebih memilih mengembangkan modal perlahan lewat bunga majemuk daripada merasakan lagi akun kosong dalam hitungan menit. Bukan karena takut-takut, tapi setelah lama berkecimpung di dunia ini, akhirnya aku paham cara bertahan.