Di dunia kripto ada masalah yang sangat realistis: apakah “profit” yang tampil di akun itu benar-benar milikmu?
Tahun lalu aku kenal seorang teman. Dia masuk dengan 8000U, dan bertepatan dengan satu gelombang pasar. Nilainya sempat mencapai 80 ribu U di akun.
Saat itu dia jadi lengah, setiap hari mengurus mobil, rumah, dan mulai memikirkan uangnya mau dipakai untuk apa.
Belakangan dia ingin menarik sebagian uang, tapi ternyata prosesnya tidak semudah yang dibayangkan. Pengajuan dilakukan, melengkapi berkas, menghubungi layanan pelanggan—bolak-balik dan makan waktu beberapa hari.
Baru di hari-hari itu dia paham: 80 ribu U yang ada di layar, sama sekali berbeda dengan uang yang benar-benar bisa dia kuasai.$BTC
Dia bertanya padaku, “Kalau begitu, kapan barulah itu disebut benar-benar punyaku?”
Aku bilang, setidaknya harus bisa jatuh dulu dengan aman ke tempat yang bisa kamu kendalikan.
Setelah kejadian itu, aku juga menambah beberapa aturan untuk diriku sendiri:
1. Platform dan jalur—lebih baik luangkan waktu untuk menyaring, daripada menyentuh sesuatu yang asal-usulnya tidak jelas. Hemat biaya transaksi; tidak perlu mengambil risiko dengan modal.
2. Jika ada profit, simpan sedikit demi sedikit. Jangan menunggu sampai arah pasar berbalik, baru sadar ternyata yang didapat cuma keuntungan mengambang.
3. Jangan menumpuk seluruh dana di satu tempat. Sisakan cukup uang untuk operasional di akun trading, sisanya kelola secara terpisah.
4. Saat mencapai target bertahap, tarik kembali sebagian modal. Setelah itu lanjutkan; menang-kalah jadi tidak terlalu terasa berat.$BNB
Trading tidak berhenti hanya karena angka bisa dibuat besar.
Menghasilkan uang itu baru setengah perjalanan. Bisa meninggalkan profit dengan aman, itulah yang benar-benar menandai selesainya satu transaksi.
Jangan sampai uang hasil jerih payah akhirnya hanya tinggal menjadi sebuah screenshot.
#Vitalik警告AI或将加速削弱密码学安全
Tahun lalu aku kenal seorang teman. Dia masuk dengan 8000U, dan bertepatan dengan satu gelombang pasar. Nilainya sempat mencapai 80 ribu U di akun.
Saat itu dia jadi lengah, setiap hari mengurus mobil, rumah, dan mulai memikirkan uangnya mau dipakai untuk apa.
Belakangan dia ingin menarik sebagian uang, tapi ternyata prosesnya tidak semudah yang dibayangkan. Pengajuan dilakukan, melengkapi berkas, menghubungi layanan pelanggan—bolak-balik dan makan waktu beberapa hari.
Baru di hari-hari itu dia paham: 80 ribu U yang ada di layar, sama sekali berbeda dengan uang yang benar-benar bisa dia kuasai.$BTC
Dia bertanya padaku, “Kalau begitu, kapan barulah itu disebut benar-benar punyaku?”
Aku bilang, setidaknya harus bisa jatuh dulu dengan aman ke tempat yang bisa kamu kendalikan.
Setelah kejadian itu, aku juga menambah beberapa aturan untuk diriku sendiri:
1. Platform dan jalur—lebih baik luangkan waktu untuk menyaring, daripada menyentuh sesuatu yang asal-usulnya tidak jelas. Hemat biaya transaksi; tidak perlu mengambil risiko dengan modal.
2. Jika ada profit, simpan sedikit demi sedikit. Jangan menunggu sampai arah pasar berbalik, baru sadar ternyata yang didapat cuma keuntungan mengambang.
3. Jangan menumpuk seluruh dana di satu tempat. Sisakan cukup uang untuk operasional di akun trading, sisanya kelola secara terpisah.
4. Saat mencapai target bertahap, tarik kembali sebagian modal. Setelah itu lanjutkan; menang-kalah jadi tidak terlalu terasa berat.$BNB
Trading tidak berhenti hanya karena angka bisa dibuat besar.
Menghasilkan uang itu baru setengah perjalanan. Bisa meninggalkan profit dengan aman, itulah yang benar-benar menandai selesainya satu transaksi.
Jangan sampai uang hasil jerih payah akhirnya hanya tinggal menjadi sebuah screenshot.
#Vitalik警告AI或将加速削弱密码学安全