#fedminutesfocusonoctoberpause
Notulen FOMC September telah dirilis, dan kesimpulannya cukup tersirat: Oktober mungkin bukan lagi rapat yang paling berpeluang menghasilkan perubahan kebijakan. Sebagian besar pejabat masih menilai kenaikan suku bunga lagi sebelum akhir tahun mungkin tepat, tetapi mereka tidak berkomitmen untuk menaikkan suku bunga dua kali berturut-turut. Semua 19 peserta mendukung kenaikan 25bps pada 25 September, sehingga suku bunga menjadi 3.75%-4.00%. Kenaikan ini merupakan yang pertama sejak 2023.
Apa yang mengubah suasana? Laporan ketenagakerjaan September jauh lebih lemah—hanya 29,000 pekerjaan baru di luar sektor pertanian, dibandingkan perkiraan sekitar 84,000—sementara tingkat pengangguran naik menjadi 4.2%. Beberapa pejabat Fed juga mengisyaratkan bahwa tidak ada urgensi untuk menaikkan suku bunga lagi. Pasar segera merespons: peluang kenaikan suku bunga pada Oktober turun dari sekitar 70% setelah keputusan September menjadi di bawah 20%, sementara peluang jeda kini dipatok di atas 80%.
Mengapa ini penting: jeda menghilangkan salah satu sumber tekanan jangka pendek bagi aset berisiko, tetapi ini bukan perubahan arah kebijakan. Imbal hasil Treasury bertenor panjang tetap tinggi, harga minyak di atas $100 membuat risiko inflasi tetap ada, dan notulen menunjukkan perbedaan pendapat yang nyata mengenai apakah kebijakan sudah cukup ketat. Ini membuat latar makro tetap rapuh, meski Oktober berlalu tanpa banyak gejolak. Untuk saat ini, penempatan posisi mungkin lebih penting daripada prediksi.
Bitcoin sempat turun, posisi long mengalami likuidasi terbesar, lalu stabil di sekitar $83K-$84K—pengingat bahwa leverage kripto memperbesar setiap gejolak makro. Ujian berikutnya adalah CPI 14 Oktober. Sampai saat itu, jeda ini tampaknya hanya memberi ruang bernapas, bukan berarti semuanya sudah aman. Apakah pasar bergerak terlalu jauh mendahului Fed, atau akhirnya data mulai mendukung?

$NMR $PROM $MET