Ambang batas untuk kuliah, magang, dan bekerja paruh waktu di AS semakin tinggi. Pagi ini, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengumumkan rencana untuk mengenakan biaya tambahan pada izin kerja magang OPT bagi mahasiswa asing di AS. Untuk pengajuan pertama, pihak kampus harus membayar 70.000 dolar AS kepada pemerintah AS, sedangkan pengajuan berikutnya dikenai biaya 30.000 dolar AS.

Pemerintah AS menilai OPT awalnya hanya dimaksudkan sebagai program magang jangka pendek yang berkaitan dengan bidang studi. Namun, kini program itu dianggap sebagai celah yang memungkinkan warga asing tetap bekerja di AS setelah menempuh pendidikan di sana.

Jika dibiarkan, hal ini dapat menambah tekanan persaingan kerja bagi lulusan lokal. Kenaikan biaya ini bertujuan agar universitas mengurangi rekomendasi bagi mahasiswa asing, sekaligus membuka lebih banyak lowongan bagi warga AS.

Saat ini, banyak mahasiswa asing yang kuliah di AS langsung bekerja di perusahaan Amerika setelah lulus dengan memanfaatkan OPT, yaitu program magang jangka pendek selama 12 bulan. Perusahaan mereka juga membantu mengikutsertakan mereka dalam undian visa kerja H-1B. Mahasiswa jurusan sains, teknologi, teknik, dan matematika bahkan bisa memperpanjang masa OPT selama 24 bulan, sehingga mereka dapat tinggal di AS hingga tiga tahun setelah lulus.

Menurut usulan ini, yang membayar bukanlah mahasiswa, melainkan universitas yang memenuhi syarat. Universitas harus membayar terlebih dahulu kepada pemerintah AS sebelum dapat merekomendasikan mahasiswa untuk OPT melalui sistem. Jika belum membayar, layanan imigrasi tidak akan menerbitkan izin kerja.

Jika usulan ini benar-benar diterapkan, kemungkinan besar universitas akan membebankan biaya tersebut kepada mahasiswa, misalnya dengan memasukkannya ke dalam uang kuliah atau biaya lainnya. Mereka juga bisa saja mengurangi rekomendasi magang, sehingga mahasiswa asing harus pulang setelah lulus di AS.