🚨 Industri kripto harus “mengunci” kebijakan AS?
CEO Canton: Jika pada 2028 ingin mundur, mungkin sudah terlambat!🔥
Grup: 点击进入玖玖短线策略群
Regulasi kripto di AS masih tarik-menarik, tetapi di industri sudah ada yang mulai memikirkan satu pertanyaan lain:
Jika suatu saat pemerintah AS berganti, dan arah regulasi berubah, apakah pasar kripto masih bisa terus maju?
Di konferensi Token2049 Singapura
Pendiri bersama Digital Asset sekaligus CEO Canton Yuval Rooz memberikan jawaban yang sangat langsung:
Saat ini bukan waktunya menunggu kebijakan stabil, tetapi justru mempercepat agar blockchain benar-benar masuk ke dunia nyata, sambil lingkungan regulasinya sedang membaik.🚀
Pendapatnya cukup menarik—
Industri kripto seharusnya berkembang sampai cukup besar dan cukup banyak orang menggunakannya, bahkan seperti Uber dan Airbnb. Ketika ia benar-benar menyatu dengan masyarakat, sekalipun kelak kebijakan berubah, akan sangat sulit untuk “memundurkannya” lagi.
Ini sebenarnya membicarakan satu hal:
🔥 Jangan menaruh harapan masa depan industri pada satu pemerintahan saja.
Karena kebijakan bisa berubah, tetapi jika bank, institusi, perusahaan, sistem pembayaran, dan pengguna biasa sudah banyak menggunakan blockchain, maka untuk membalikkan semuanya secara total biayanya akan semakin mahal.
Dan saat ini kebetulan berada pada sebuah jendela yang krusial.
Meskipun sebelumnya RUU CLARITY belum lolos dalam pemungutan suara prosedural di Senat AS, SEC dan CFTC tetap memanfaatkan kewenangan yang ada untuk mendorong kerangka regulasi kripto.
Situasi ini menciptakan keadaan yang sangat halus:
Di satu sisi, legislasi di parlemen belum sepenuhnya tuntas, di sisi lain, lembaga pengawas sudah mulai bergerak.
📌 CEO bersama Binance, Richard Teng, juga berpendapat bahwa sangat penting bila akhirnya RUU CLARITY menjadi undang-undang, karena legislasi yang jelas dapat mengurangi risiko kebijakan mundur, dan sekaligus mendorong dana institusi masuk ke pasar. Namun CEO Franklin Templeton, Jenny Johnson, lebih berhati-hati. Ia mengatakan bahwa walaupun legislasi tentu memberi kepastian lebih besar, industri juga tidak boleh menaruh semua harapan pada RUU CLARITY, karena SEC dan CFTC saat ini juga sedang mendorong kejelasan regulasi.
Klik foto profil saya untuk mengikuti analisis tren harian dan strategi trading jangka pendek🚀
#BTC #CLARITY法案
CEO Canton: Jika pada 2028 ingin mundur, mungkin sudah terlambat!🔥
Grup: 点击进入玖玖短线策略群
Regulasi kripto di AS masih tarik-menarik, tetapi di industri sudah ada yang mulai memikirkan satu pertanyaan lain:
Jika suatu saat pemerintah AS berganti, dan arah regulasi berubah, apakah pasar kripto masih bisa terus maju?
Di konferensi Token2049 Singapura
Pendiri bersama Digital Asset sekaligus CEO Canton Yuval Rooz memberikan jawaban yang sangat langsung:
Saat ini bukan waktunya menunggu kebijakan stabil, tetapi justru mempercepat agar blockchain benar-benar masuk ke dunia nyata, sambil lingkungan regulasinya sedang membaik.🚀
Pendapatnya cukup menarik—
Industri kripto seharusnya berkembang sampai cukup besar dan cukup banyak orang menggunakannya, bahkan seperti Uber dan Airbnb. Ketika ia benar-benar menyatu dengan masyarakat, sekalipun kelak kebijakan berubah, akan sangat sulit untuk “memundurkannya” lagi.
Ini sebenarnya membicarakan satu hal:
🔥 Jangan menaruh harapan masa depan industri pada satu pemerintahan saja.
Karena kebijakan bisa berubah, tetapi jika bank, institusi, perusahaan, sistem pembayaran, dan pengguna biasa sudah banyak menggunakan blockchain, maka untuk membalikkan semuanya secara total biayanya akan semakin mahal.
Dan saat ini kebetulan berada pada sebuah jendela yang krusial.
Meskipun sebelumnya RUU CLARITY belum lolos dalam pemungutan suara prosedural di Senat AS, SEC dan CFTC tetap memanfaatkan kewenangan yang ada untuk mendorong kerangka regulasi kripto.
Situasi ini menciptakan keadaan yang sangat halus:
Di satu sisi, legislasi di parlemen belum sepenuhnya tuntas, di sisi lain, lembaga pengawas sudah mulai bergerak.
📌 CEO bersama Binance, Richard Teng, juga berpendapat bahwa sangat penting bila akhirnya RUU CLARITY menjadi undang-undang, karena legislasi yang jelas dapat mengurangi risiko kebijakan mundur, dan sekaligus mendorong dana institusi masuk ke pasar. Namun CEO Franklin Templeton, Jenny Johnson, lebih berhati-hati. Ia mengatakan bahwa walaupun legislasi tentu memberi kepastian lebih besar, industri juga tidak boleh menaruh semua harapan pada RUU CLARITY, karena SEC dan CFTC saat ini juga sedang mendorong kejelasan regulasi.
Klik foto profil saya untuk mengikuti analisis tren harian dan strategi trading jangka pendek🚀
#BTC #CLARITY法案