Dewan Eksekutif IMF mengesahkan resolusi:
Mengesampingkan pelanggaran El Salvador karena kepemilikan BTC-nya melampaui batas, sekaligus mencairkan pinjaman sekitar $138 juta.
Rangkaian logika di balik peristiwa ini patut dicermati:
Pada Desember 2024, El Salvador dan IMF menandatangani perjanjian pinjaman senilai $1,4 miliar. Salah satu syaratnya adalah membatasi pembelian BTC lebih lanjut oleh sektor publik.
Lalu El Salvador melanggar ketentuan itu—kepemilikan BTC pemerintah melampaui batas yang disepakati.
Lalu IMF… mengesampingkan pelanggaran tersebut dan melanjutkan pencairan pinjaman.
Ini bukan pertama kalinya. IMF telah beberapa kali secara resmi mengesampingkan pelanggaran El Salvador terkait BTC—ini adalah pola yang berulang, bukan perlakuan khusus yang terjadi sekali saja.
Syarat pengesampingan:
El Salvador boleh mempertahankan sekitar 7.764 BTC yang sudah dimiliki, tetapi tidak boleh menambah kepemilikan dengan dana publik, kecuali melalui donasi. Transparansi pengungkapan kepemilikan BTC juga harus ditingkatkan, begitu pula pengawasan atas keterlibatan pemerintah.
Latar belakang: kinerja ekonomi El Salvador sebenarnya cukup baik—pertumbuhan PDB pada 2026 diperkirakan mencapai 4,5%, lebih tinggi daripada 3,9% pada 2025. Sektor pariwisata tumbuh sekitar 30% sejak BTC disahkan sebagai alat pembayaran yang sah. Sulit bagi IMF untuk menjadikan "kegagalan ekonomi" sebagai alasan untuk menahan pencairan dana.
Peristiwa ini memiliki makna yang lebih luas:
IMF menunjukkan sebuah pola bagi negara lain—kepemilikan BTC oleh negara berdaulat, dengan menerima pembatasan akumulasi yang lebih ketat, tetap memungkinkan pembiayaan dari IMF berlanjut.
Ini bukan berarti IMF mendukung BTC, tetapi IMF telah menemukan kerangka yang memungkinkan BTC dan pembiayaan negara berjalan berdampingan.
7.764 BTC, dengan harga sekitar $86.500 hari ini, bernilai sekitar $671 juta.
IMF mengatakan tidak boleh membeli lagi, Bukele menjawab tidak masalah.
$BTC

#imf豁免萨尔瓦多比特币持仓超限