Tekanan jual dari whale #BTC melemah, sementara ETF mencatat arus masuk bersih selama tiga minggu berturut-turut. Lebih sedikit orang yang menjual BTC, tetapi apakah pembeli terus menambah posisi?

Melemahnya tekanan jual dari whale dan arus masuk bersih ETF selama tiga minggu berturut-turut memang merupakan sinyal yang agak positif. Namun, saat trading, saya lebih memperhatikan kekuatan arus masuk modal, bukan sekadar arahnya.

Hingga 2 Oktober, ETF spot Bitcoin AS mencatat arus masuk bersih mingguan sekitar $241 juta, tetapi pada pekan sebelumnya angkanya mencapai sekitar $2,386 miliar, turun hampir 90%. Data terbaru juga berfluktuasi: pada 5 Oktober terjadi arus keluar bersih sebesar $89,8 juta, sedangkan pada tanggal 6 terjadi arus masuk bersih sebesar $118,8 juta. Totalnya, arus masuk bersih pada dua hari pertama pekan ini sekitar $29 juta. Minat beli masih ada, tetapi tidak sekuat yang tersirat dalam berita utama.

Berkurangnya transfer whale ke bursa bisa dipahami sebagai meredanya potensi tekanan jual, tetapi hal itu tidak bisa langsung disamakan dengan para pemegang besar mulai mengakumulasi. Laporan mingguan terbaru Glassnode juga menyebutkan bahwa hampir tiga perempat suplai BTC berada dalam posisi untung, aksi ambil untung masih aktif, dan koin yang tersedia di level harga lebih tinggi masih perlu diserap oleh modal.

Penilaian saya, kondisi arus modal telah membaik, tetapi bukti untuk reli satu arah masih belum cukup. Fokus berikutnya adalah apakah arus masuk ETF bisa kembali meningkat dan apakah aksi beli di pasar spot mampu bertahan saat harga terkoreksi. Berkurangnya aksi jual hanyalah langkah pertama; pasar hanya bisa melaju jauh jika pembeli terus bersedia masuk.