Berita terbesar hari ini bukan soal kripto, tetapi lebih layak kamu perhatikan: Broadcom akan mengatur pembiayaan lebih dari 50 miliar dolar AS untuk chip AI rancangan OpenAI sendiri. Di saat yang sama, SpaceX milik Elon Musk juga sedang bernegosiasi dengan bank untuk meminjam 40 miliar dolar AS guna membeli chip Nvidia.

Singkatnya: dalam perlombaan senjata AI ini, uang masih terus digelontorkan dengan gila-gilaan.

Bagi dunia kripto, ini memberi sinyal dari dua sisi.

Sisi baiknya: narasi AI belum mereda, malah makin panas. Bittensor kini di harga 287 dolar AS, Render 2 dolar AS, dan Fetch.ai 0,22 dolar AS—semuanya adalah aset kripto yang mengikuti tren AI. Makin deras dana digelontorkan ke AI, makin kuat pula kisah jangka panjang di sektor ini.

Namun sisi buruknya lebih langsung terasa: The Fed sendiri menyebut dalam risalah rapatnya bahwa gelombang pembangunan pabrik AI ini bisa membuat permintaan tumbuh lebih cepat daripada pasokan, sehingga kembali mendorong inflasi. Jika inflasi tak terkendali, suku bunga tak bisa diturunkan dan biaya uang akan tetap mahal. Lihat saja pasar saat ini—Bitcoin di harga 82.941 dolar AS, turun 4% dalam sehari; Ethereum di harga 2.562 dolar AS, turun hampir 6%. Ini bukan kebetulan, melainkan akibat logika “uang makin mahal, aset berisiko yang pertama kena pukul”.

Pandangan saya jelas: AI adalah faktor jangka panjang yang bergerak lambat, tema investasi untuk dua atau tiga tahun ke depan. Jangan jadikan AI alasan untuk menyerbu pasar dalam jangka pendek. Namun, saat ini suku bunga masih membelit kita, BTC dan ETH dalam jangka pendek masih harus mengikuti langkah The Fed. Jangan berharap uang panas dari AI akan langsung datang menyelamatkan pasar.

Kalau ingin ikut memanfaatkan tren AI, kamu bisa mulai membangun posisi secara bertahap, tetapi jangan menambah leverage saat pasar terkoreksi untuk berjudi.