VARA Dubai bertindak: platform kripto harus “membuka kondisi aset cadangannya”!

Ke depannya, platform tidak bisa sekadar mengklaim punya sejumlah aset cadangan—mereka harus menunjukkan laporan audit.
Pada 6 Oktober, Otoritas Pengatur Aset Virtual Dubai (VARA) menerbitkan panduan terbaru “Reserve Assets Audit Report” yang menetapkan persyaratan minimum regulator untuk pelaporan aset cadangan VASP.

Persyaratan utamanya cukup jelas:
👉 Aset cadangan harus mencakup 100% kewajiban terkait nasabah
👉 Pada prinsipnya, aset virtual dalam cadangan harus memiliki rasio 1:1 terhadap kewajiban kepada nasabah
👉 Aset cadangan harus dicocokkan setiap hari
👉 Audit independen oleh pihak ketiga harus dilakukan setidaknya setiap 6 bulan
👉 Laporan audit juga harus disertakan dalam laporan pengawasan triwulanan berikutnya.

Apa artinya?
Proof of Reserves perlahan beralih dari “dibuktikan oleh platform sendiri” menjadi “diverifikasi bersama oleh regulator dan pihak ketiga”.

Bagi pengguna, ini sebenarnya kabar baik.
Terutama setelah berbagai masalah transparansi aset yang pernah terjadi di industri ini, pertanyaan apakah platform perdagangan benar-benar memiliki cadangan yang cukup dan apakah aset nasabah benar-benar terlindungi bukan lagi sekadar soal pengaturan mandiri industri.

Melainkan:
Regulator harus bisa memeriksa, pihak ketiga harus bisa mengaudit, dan data harus terus diperbarui.
Langkah Dubai ini juga menunjukkan tren yang semakin jelas:
Agar industri kripto benar-benar masuk ke sistem keuangan arus utama, transparansi dan keamanan aset mungkin akan menjadi persyaratan paling mendasar.
#ProofOfReserves #迪拜vara发布储备资产审计规定