Pada abad ke-21, ancaman biologis terbesar yang dihadapi umat manusia mungkin bukan senjata nuklir ataupun militer dalam pengertian tradisional.

Melainkan laboratorium biologi.

Terutama karena kecerdasan buatan mulai mengurai genom, struktur protein, dan sistem biologis dengan semakin terperinci, manusia kini memiliki kemampuan rekayasa hayati yang belum pernah ada sebelumnya.

Kabar tentang wabah pes di Rusia mungkin hanya rumor yang memicu kepanikan.

Namun, yang menarik adalah bahwa sepanjang sejarah manusia, ancaman yang benar-benar membuat seluruh peradaban harus membayar harga yang mahal sering kali bukan senjata api ataupun senjata nuklir.

Melainkan virus. Perang membutuhkan manusia untuk menekan tombol dengan sengaja, sedangkan virus tidak. Yang lebih patut diwaspadai, manusia saat ini tidak lagi hanya pasif menghadapi virus yang berevolusi secara alami, tetapi perlahan-lahan memiliki kemampuan untuk mengintervensi, mengubah, bahkan merancang sistem biologis.

AI menurunkan ambang batas pengetahuan, sementara bioteknologi menurunkan ambang batas eksperimen.

Ketika kedua hal ini benar-benar bergabung, yang mungkin dihadapi manusia bukan lagi sekadar “pandemi alami berikutnya”, melainkan sebuah era keamanan hayati yang sama sekali baru.

Senjata nuklir membuat manusia untuk pertama kalinya memiliki kemampuan fisik untuk menghancurkan peradaban. Sementara itu, AI + bioteknologi mungkin membuat manusia untuk pertama kalinya mendekati kemampuan untuk mengubah kehidupan itu sendiri.

Mungkin inilah hal yang benar-benar patut diwaspadai pada abad ke-21. Jika dua tahun lalu kita hanya khawatir AI dapat mengurai sistem biologis dengan terlalu mudah, sekarang kita seharusnya menyebutkan bahwa kemungkinan menghadapi “krisis biokimia” berskala besar di masa depan mencapai 99,99%.

Semoga penghakiman akhir zaman seperti wabah Hitam di Eropa tidak terjadi. Setidaknya, virus pada abad ke-14 masih berevolusi secara alami; jika muncul pada abad ke-21, dampaknya mungkin akan jauh lebih dahsyat.

Wabah pes di Rusia kali ini mungkin hanya terjadi di wilayah kecil. Namun, ketika kejadian tak terduga semakin sering terjadi, “angsa hitam” yang sesungguhnya tentu akan muncul.

$BTC $ETH #btc #eth