Poin-Poin Penting
Binance akan “serius menggarap AI”, dengan Yi He menempatkan kecerdasan buatan dan blockchain sebagai fondasi teknologi untuk fase berikutnya platform ini.
Ekosistem AI Binance berpusat pada Binance AI, Binance AI Pro, dan Agent OS, yang menyasar pengguna mulai dari pemula hingga trader dan developer tingkat lanjut.
Binance AI Pro diperkirakan akan menerima peningkatan besar pada pertengahan hingga akhir Oktober, yang memungkinkan pengguna menyusun dan mengotomatiskan strategi keuangan menggunakan bahasa alami.
Binance ingin AI menurunkan hambatan untuk berinvestasi dengan mempermudah akses ke analisis pasar, trading, pengelolaan kekayaan, dan nantinya interaksi Web3.
Keamanan tetap menjadi prioritas utama: strategi AI Pro otomatis dirancang untuk beroperasi dalam batas yang disetujui pengguna, dengan sub-akun terpisah dan kontrol risiko Binance.
Yi He mengatakan bahwa tujuan Binance yang lebih luas adalah “demokratisasi keuangan”, dengan memberikan lebih banyak pengguna akses ke pengetahuan dan alat keuangan yang sebelumnya umumnya hanya tersedia bagi investor berpengalaman.
Yi He: Binance Akan “Fokus Sepenuhnya” pada AI
Binance menjadikan kecerdasan buatan sebagai bagian inti dari strategi produk jangka panjangnya. Bursa kripto ini berupaya memadukan teknologi AI dan blockchain dalam perdagangan, investasi, pembayaran, dan Web3.
Dalam Binance Square Live AMA, salah satu pendiri Binance, Yi He, mengatakan bahwa strategi perusahaan adalah “fokus sepenuhnya pada AI”, dengan tujuan yang lebih luas untuk mengubah Binance menjadi infrastruktur keuangan bagi era AI.
Yi He mengatakan AI seharusnya membuat analisis keuangan canggih dapat diakses bahkan oleh pengguna tanpa latar belakang investasi. Binance ingin produk AI-nya menguraikan analisis on-chain, informasi pasar, dan berbagai kerangka investasi ke dalam format yang dapat dipahami pengguna awam.
Strategi ini dibangun di atas tiga produk: Binance AI untuk pengguna sehari-hari, Binance AI Pro untuk otomatisasi keuangan yang lebih canggih, dan Agent OS untuk pengembang.
Binance AI Menargetkan Informasi Pasar yang Dipersonalisasi
Binance AI dirancang sebagai asisten keuangan yang dipersonalisasi, bukan chatbot biasa.
Menurut Jeff, Chief Product Officer Binance, produk ini dapat menggunakan informasi pengguna yang telah diizinkan untuk mempersonalisasi konten dan alat pasar.
Binance berencana menyesuaikan informasi berdasarkan aset yang dimiliki dan daftar pantauan pengguna, termasuk berita relevan, pergerakan pasar, aktivitas whale on-chain, dan sinyal Smart Money.
Perusahaan juga sedang menguji pengalaman “Relevan untuk Saya” yang dipersonalisasi, yang dapat mencakup ringkasan pasar harian dan notifikasi untuk aset kripto maupun aset keuangan tradisional seperti saham, emas, dan minyak.
Fitur pemantauan mendatang dapat melacak pergerakan dalam rentang waktu mulai dari 30 detik hingga satu jam, sementara ulasan pasar yang dihasilkan AI akan menjelaskan alasan perubahan nilai aset dalam portofolio pengguna.
Peningkatan Binance AI Pro Direncanakan pada Pertengahan hingga Akhir Oktober
Salah satu pengumuman terbesar dari AMA tersebut adalah peningkatan Binance AI Pro yang akan datang.
Versi baru ini direncanakan meluncur pada pertengahan hingga akhir Oktober dan ditujukan untuk mengubah instruksi bahasa alami menjadi strategi keuangan yang dapat dijalankan serta tugas otomatis.
Sebagai contoh, pengguna dapat meminta AI Pro memantau perbedaan antara harga Bitcoin dan tingkat pendanaan, lalu mengambil tindakan jika kondisi yang telah ditentukan terpenuhi.
AI Pro kemudian dapat menentukan kondisi pemicu, memilih data yang diperlukan, menetapkan batas risiko, serta menentukan kondisi eksekusi dan penghentian.
Tujuannya adalah menghilangkan kebutuhan pengguna untuk menulis kode, menghubungkan API secara manual, atau mengelola infrastruktur sendiri.

Binance mengatakan AI Pro juga dikembangkan dengan rencana untuk mendukung lebih dari 1.000 jenis permintaan data, mencakup kuotasi pasar, saham AS, berita, dan indikator teknikal.
Seiring waktu, platform ini berencana mendukung backtesting untuk sebagian besar strategi dan menyediakan sandbox cloud persisten yang memungkinkan strategi berjalan terus-menerus.
Perdagangan AI Akan Beroperasi dalam Batas yang Disetujui Pengguna
Para eksekutif Binance berulang kali menegaskan bahwa AI keuangan tidak boleh beroperasi tanpa otorisasi yang jelas.
Sebelum strategi AI Pro dijalankan, pengguna akan diperlihatkan kerangka visual yang menjelaskan pemicu, sumber data, keputusan, tindakan, dan kondisi penghentiannya.
Otomatisasi selanjutnya akan tetap berada dalam cakupan izin dan batas modal yang disetujui pengguna. Perubahan yang memperluas batas tersebut akan memerlukan konfirmasi ulang.
Binance juga berencana mengisolasi strategi otomatis menggunakan sub-akun terpisah, sehingga membatasi potensi dampak strategi tertentu terhadap akun utama pengguna.
Meski AI semakin mampu menangani pencarian informasi dan pemilihan aset, Binance mengatakan keputusan akhir untuk berdagang tetap memerlukan konfirmasi pengguna.
Binance Ingin Menghubungkan AI dengan Web3
Peta jalan ini mencakup lebih dari sekadar perdagangan di bursa tersentralisasi.
Para eksekutif Binance mengonfirmasi bahwa rencana mereka mencakup integrasi AI yang lebih mendalam dengan Binance Wallet dan fungsi Web3.
Tujuannya adalah agar agen AI dapat menggabungkan berbagai kemampuan—termasuk operasi spot, futures, Earn, dan Web3—ke dalam alur kerja otomatis.
Dalam salah satu contoh yang dibahas saat AMA, agen AI dapat mengelola keuntungan dari perdagangan spot, memindahkan aset ke Earn, lalu mentransfer dana ke dompet agen untuk aktivitas on-chain.
Binance mengakui bahwa pengalaman dompet agentik saat ini dapat menyulitkan pengguna awam dan mengatakan bahwa mengurangi hambatan tersebut menjadi prioritas.
Yi He Menilai AI Akan Membuat Perdagangan Jauh Lebih Mudah
Yi He mengatakan bahwa dalam jangka panjang, aplikasi keuangan dapat beralih dari menu yang rumit ke antarmuka berbasis maksud pengguna.
Alih-alih menavigasi layar perdagangan yang rumit, pengguna cukup memberi tahu AI apa yang ingin mereka capai dan menentukan batasannya.
Ia memberi contoh instruksi kepada AI Pro untuk membeli Bitcoin senilai $100.000 saat harganya mencapai $75.000.
Dalam jangka panjang, AI dapat memahami apakah seseorang adalah HODLer atau pedagang aktif, serta apakah mereka menyukai strategi seperti dollar-cost averaging atau grid trading, sebelum menyajikan strategi terstruktur yang sesuai untuk dikonfirmasi.
Pada akhirnya, Yi He ingin produk keuangan menjadi jauh lebih mudah digunakan. Ia membandingkannya dengan kemudahan yang dihadirkan produk seperti iPad dan TikTok di pasar masing-masing.
Demokratisasi Keuangan Menjadi Inti Strategi AI Binance
Selain efisiensi perdagangan, Yi He menjelaskan bahwa strategi AI Binance berlandaskan apa yang ia sebut kesetaraan keuangan atau demokratisasi keuangan.
Ia berpendapat bahwa banyak orang di seluruh dunia tidak memiliki akses ke pengetahuan investasi yang umum ditemukan di pasar keuangan yang lebih maju. AI dapat membantu mengatasi kesenjangan tersebut dengan menjelaskan bagaimana perkembangan makroekonomi, berita terkini, fundamental perusahaan, dan faktor lainnya memengaruhi harga aset.
Tujuannya adalah membawa pengguna dari pemahaman keuangan dasar menuju penggunaan alat yang semakin canggih—dari Binance AI ke AI Pro, hingga akhirnya ke agen dan strategi yang dapat diprogram.
Bagi Binance, perkembangan tersebut mencerminkan visi yang lebih luas untuk keuangan di era AI: menurunkan hambatan pengetahuan dan teknis, serta memberi lebih banyak pengguna akses ke kemampuan finansial yang canggih.
Yi He juga mengingatkan pengguna agar tidak terbawa FOMO dan mengikuti sinyal media sosial secara membabi buta. Ia mendorong investor untuk mengambil keputusan secara mandiri, bukan berusaha menafsirkan setiap unggahan atau komentar sebagai sinyal perdagangan.
