Banyak orang bilang trading kontrak berisiko tinggi, sedikit-sedikit bisa kena likuidasi. Saya sudah bertahun-tahun melakukannya, dan akun saya bisa berkembang perlahan juga berkat trading kontrak.
Pahami satu hal: kontrak itu sendiri tidak menakutkan. Yang berbahaya adalah berjudi sembarangan dan bertransaksi tanpa pikir panjang.
Kebanyakan orang merugi bukan karena tidak bisa membaca grafik K-line, melainkan karena menganggap trading sebagai perjudian. Sedikit-sedikit masuk dengan seluruh modal, saat rugi tetap bertahan, lalu menambah posisi ketika sudah tak sanggup bertahan. Mereka terus menghibur diri dengan berpikir bahwa kalau menunggu sedikit lagi, modal akan kembali. Intinya, mereka tak mau mengakui kesalahan dan enggan membatasi kerugian.
Saya bisa bertahan dan meraih hasil stabil karena menerapkan disiplin yang berlawanan dengan kebiasaan trader ritel pada umumnya. Ada lima prinsip dasar yang selalu saya pegang.
Selalu sisakan ruang dalam ukuran posisi. Seberapa bagus pun kondisi pasar, jangan pernah langsung mempertaruhkan semuanya. Mulailah dengan posisi kecil untuk menguji arah pasar. Setelah pergerakannya terkonfirmasi dan tak ada masalah, barulah tambah posisi sedikit demi sedikit. Kalau perkiraan meleset, kerugiannya pun kecil dan modal utama tetap aman.
Lakukan stop-loss dengan tegas, jangan melawan pasar. Kalau arah yang diambil salah atau level support ditembus, segera keluar dari posisi. Kerugian besar biasanya terjadi karena dibiarkan berlarut-larut. Tak rela menerima stop-loss kecil, bertahan dengan harapan keberuntungan akan berpihak, lalu akhirnya terjebak dalam kerugian besar. Mengorbankan modal demi gengsi adalah hal yang paling tak sepadan.
Kalau rugi berturut-turut, langsung berhenti. Jika dua atau tiga transaksi beruntun tidak berjalan lancar dan kondisi mental sedang tidak baik, saya langsung menutup layar trading. Saat seperti itu, membuka posisi bukan lagi trading, melainkan berjudi karena kesal dan ingin mengembalikan modal. Semakin banyak bertransaksi, semakin kacau, dan kerugian pun makin besar. Tahu kapan harus berhenti juga merupakan bentuk stop-loss.
Ingat untuk merealisasikan keuntungan, jangan terpaku pada profit mengambang di layar. Keuntungan yang belum ditarik dari akun hanyalah angka; uang baru benar-benar menjadi milik kita setelah masuk ke tangan. Setiap kali mencapai target tertentu, ambil sebagian keuntungan terlebih dahulu, lalu biarkan posisi yang tersisa tetap berjalan. Jangan kembalikan semua keuntungan ke pasar.
Kalau tidak paham kondisi pasar, jangan buka posisi dan amati saja. Masuklah setelah tren terlihat jelas dan ada sinyal. Kalau pasar bergerak tak menentu dan arahnya tidak jelas, tunggu dengan sabar. Melewatkan peluang bukanlah kerugian. Yang benar-benar merugikan adalah tak bisa menahan diri, membuka posisi sembarangan, lalu menghabiskan modal.
Setelah lama trading, barulah kita paham bahwa trader hebat bukanlah orang yang selalu untung di setiap transaksi. Mereka adalah orang yang merugi sedikit saat salah, mampu mempertahankan posisi saat perkiraannya benar, dan bisa mengendalikan diri saat emosi mulai menguasai.
Dalam trading kontrak, yang dipertaruhkan bukanlah keberanian, melainkan disiplin trading. Kalau bisa mengendalikan ukuran posisi, menerima kerugian, dan menahan godaan, barulah ada peluang untuk bertahan di pasar dan mengembangkan modal secara bertahap.
Pahami satu hal: kontrak itu sendiri tidak menakutkan. Yang berbahaya adalah berjudi sembarangan dan bertransaksi tanpa pikir panjang.
Kebanyakan orang merugi bukan karena tidak bisa membaca grafik K-line, melainkan karena menganggap trading sebagai perjudian. Sedikit-sedikit masuk dengan seluruh modal, saat rugi tetap bertahan, lalu menambah posisi ketika sudah tak sanggup bertahan. Mereka terus menghibur diri dengan berpikir bahwa kalau menunggu sedikit lagi, modal akan kembali. Intinya, mereka tak mau mengakui kesalahan dan enggan membatasi kerugian.
Saya bisa bertahan dan meraih hasil stabil karena menerapkan disiplin yang berlawanan dengan kebiasaan trader ritel pada umumnya. Ada lima prinsip dasar yang selalu saya pegang.
Selalu sisakan ruang dalam ukuran posisi. Seberapa bagus pun kondisi pasar, jangan pernah langsung mempertaruhkan semuanya. Mulailah dengan posisi kecil untuk menguji arah pasar. Setelah pergerakannya terkonfirmasi dan tak ada masalah, barulah tambah posisi sedikit demi sedikit. Kalau perkiraan meleset, kerugiannya pun kecil dan modal utama tetap aman.
Lakukan stop-loss dengan tegas, jangan melawan pasar. Kalau arah yang diambil salah atau level support ditembus, segera keluar dari posisi. Kerugian besar biasanya terjadi karena dibiarkan berlarut-larut. Tak rela menerima stop-loss kecil, bertahan dengan harapan keberuntungan akan berpihak, lalu akhirnya terjebak dalam kerugian besar. Mengorbankan modal demi gengsi adalah hal yang paling tak sepadan.
Kalau rugi berturut-turut, langsung berhenti. Jika dua atau tiga transaksi beruntun tidak berjalan lancar dan kondisi mental sedang tidak baik, saya langsung menutup layar trading. Saat seperti itu, membuka posisi bukan lagi trading, melainkan berjudi karena kesal dan ingin mengembalikan modal. Semakin banyak bertransaksi, semakin kacau, dan kerugian pun makin besar. Tahu kapan harus berhenti juga merupakan bentuk stop-loss.
Ingat untuk merealisasikan keuntungan, jangan terpaku pada profit mengambang di layar. Keuntungan yang belum ditarik dari akun hanyalah angka; uang baru benar-benar menjadi milik kita setelah masuk ke tangan. Setiap kali mencapai target tertentu, ambil sebagian keuntungan terlebih dahulu, lalu biarkan posisi yang tersisa tetap berjalan. Jangan kembalikan semua keuntungan ke pasar.
Kalau tidak paham kondisi pasar, jangan buka posisi dan amati saja. Masuklah setelah tren terlihat jelas dan ada sinyal. Kalau pasar bergerak tak menentu dan arahnya tidak jelas, tunggu dengan sabar. Melewatkan peluang bukanlah kerugian. Yang benar-benar merugikan adalah tak bisa menahan diri, membuka posisi sembarangan, lalu menghabiskan modal.
Setelah lama trading, barulah kita paham bahwa trader hebat bukanlah orang yang selalu untung di setiap transaksi. Mereka adalah orang yang merugi sedikit saat salah, mampu mempertahankan posisi saat perkiraannya benar, dan bisa mengendalikan diri saat emosi mulai menguasai.
Dalam trading kontrak, yang dipertaruhkan bukanlah keberanian, melainkan disiplin trading. Kalau bisa mengendalikan ukuran posisi, menerima kerugian, dan menahan godaan, barulah ada peluang untuk bertahan di pasar dan mengembangkan modal secara bertahap.

