Strive mengakumulasi 2.000 $BTC dengan harga rata-rata 84.422 dolar AS. Di permukaan, pembelian ini menambah likuiditas spot di area pullback, tetapi masih terdapat selisih negatif sebesar 5% antara harga rata-rata seluruh kepemilikannya, yakni 90.170 dolar AS, dan harga pasar saat ini. Pergulatan yang lebih ketat terjadi di sisi liabilitas: lebih dari 60% pendanaan bergantung pada saham preferen dengan imbal hasil tahunan sekitar 13%, yang dividennya wajib dibayarkan setiap hari kerja. Akibatnya, posisi spot perusahaan terbebani biaya waktu yang sangat tinggi. Jika pasar tidak segera pulih, mekanisme pembayaran bunga berfrekuensi tinggi akan terus menguras cadangan likuiditas kas perusahaan.

Dari distribusi kepemilikan dan aliran dana, terlihat adanya pembelian penyangga dari investor institusional utama di kisaran 79.000–84.500 dolar AS. Namun, area sekitar 90.000 dolar AS bukan sekadar level resistansi psikologis, melainkan juga zona padat titik impas bagi seluruh posisi perusahaan tersebut. Tekanan jual dari pemegang yang ingin kembali ke titik impas di atasnya belum sepenuhnya terserap. Jika momentum bullish tidak cukup kuat untuk menembus zona biaya ini dengan volume besar, pasar spot akan terjebak dalam tarik-ulur. Pergerakan mendatar yang berkelanjutan hanya berdampak terbatas pada tingkat pendanaan derivatif, tetapi bunga yang sangat tinggi akan benar-benar menguras kas perusahaan dan melemahkan daya beli tambahan di kemudian hari.

Saat ini, kas sebesar 284,7 juta dolar AS yang tercatat di neraca masih mampu menutup kekurangan arus kas jangka pendek. Sinyal perubahan tren yang sesungguhnya adalah apakah harga mampu menembus kondisi ketika harga pasar berada di bawah biaya perolehan. Pihak bullish hanya dapat mengatasi tekanan waktu dari sisi liabilitas jika mampu mempertahankan level 84.000 dolar AS dan segera menembus resistansi 90.170 dolar AS dengan lonjakan volume. Jika harga terus tertahan di bawah garis biaya, dampak buruk pembiayaan berbiaya tinggi terhadap likuiditas perusahaan pada akhirnya akan memaksanya memperlambat laju pembelian.