Malam itu, aku belajar menunggu

Pukul 03.17 dini hari, ponselku bergetar dan membangunkanku dari tidur ringan.

Aku membuka mata. Di layar ada notifikasi harga: RLC turun ke 0.38 dolar, merosot lebih dari 60 persen dalam 24 jam.

Aku menatap angka itu selama tiga puluh detik penuh, dengan perasaan campur aduk. Tiga bulan lalu, aku membeli RLC di harga 0.91. Saat itu, harganya baru saja naik dari 0.40, dan orang-orang di komunitas ramai membicarakan prospeknya. Dengan penuh harap, aku membeli dan menginvestasikan seluruh tabunganku.

Lalu harganya turun.

Angka di akun menyusut setiap hari, dan suasana hatiku ikut terpuruk. Selama masa itu, aku hampir tidak berani membuka aplikasi trading. Setiap kali melihat saldo berkurang, rasanya seperti ada batu yang menindih dadaku.

Selama dua minggu berikutnya, aku memilih untuk menjauh. Sepulang kerja, aku langsung pulang, memasak, membaca, berjalan-jalan, mencoba mengalihkan perhatian dari angka yang terus turun itu.

Tapi soal kripto, makin kamu berusaha melupakannya, makin sering ia mengingatkanmu.

Suatu hari, aku melihat seseorang di komunitas berkata bahwa tim proyek RLC terus bekerja, data on-chain justru membaik, dan penurunan kali ini mungkin merupakan reaksi pasar yang berlebihan. Dengan setengah percaya, aku membuka grafik candlestick. Melihat jurang harga dari 0.91 ke 0.38, tiba-tiba sebuah pikiran muncul di benakku.

Kalau aku membeli sekarang, harga beliku akan jauh lebih rendah daripada sebelumnya.

Aku lama bimbang, tetapi akhirnya memutuskan untuk membeli di harga 0.39 dengan sebagian kecil dana yang tersisa. Kali ini, aku tidak menginvestasikan seluruh tabunganku. Aku hanya menggunakan dana yang sanggup kutanggung jika hilang.

Temanku bilang aku terlalu penakut. Ibuku bilang aku seharusnya menjual semuanya untuk membatasi kerugian. Aku sendiri pun tidak tahu apakah keputusan ini benar.

Namun kali ini, aku memilih strategi yang berbeda: setelah membeli, aku tidak lagi memantau harga. Semua notifikasi aplikasi trading kumatikan, lalu aku fokus pada pekerjaan dan kehidupan sehari-hari.

Sebulan kemudian, RLC mulai pulih.

Dua bulan kemudian, harganya kembali ke 0.65.

Hari ini, tiga bulan kemudian, aku menerima notifikasi bahwa RLC menyentuh 0.94.

Aku membuka akun dan menatap angka itu. Anehnya, aku justru merasa sangat tenang. Dari 0.39 ke 0.94, harganya naik lebih dari dua kali lipat. Bukan karena prediksiku tepat, melainkan karena aku mempelajari pelajaran terpenting: bersabar menunggu dan tidak membiarkan emosi menguasai diri.

Kali ini, aku menjual sebagian di harga 0.93 untuk mengamankan keuntungan.

Ada yang bertanya kepadaku, apa selanjutnya?

Kataku, aku akan terus menahan sisanya dan melihat seberapa jauh harganya bisa naik. Pada saat yang sama, aku akan mengingat pelajaran dari pengalaman ini: jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang, dan jangan mengambil keputusan saat emosi sedang berada di titik terendah.

Pelajaran paling berharga yang diajarkan kripto kepadaku adalah bahwa keuntungan sejati datang dari sikap rasional dan kesabaran, bukan dari tindakan impulsif dan rasa takut.

#RLC #持币心得 #berorientasijangkapanjang