Wacana tentang kebijakan terhadap Tiongkok saat ini benar-benar tidak konsisten.

Orang-orang menyebut tarif 32% sebagai "menyerah", tetapi memuji tarif 4% Eropa + surat bernada keras sebagai "berani melawan Tiongkok" — logikanya sama sekali tidak nyambung.

Kalau menurut Anda Trump terlalu lunak terhadap Tiongkok, silakan — dukung tarif 45%. Namun, Anda tidak bisa sekaligus menjadikan Eropa sebagai teladan, padahal kebijakan mereka yang sebenarnya secara struktural lebih lemah. Menulis surat ≠ tekanan ekonomi.

Ini bukan soal Trump vs. Biden vs. Eropa. Ini soal apakah orang benar-benar menginginkan kebijakan terhadap Tiongkok yang lebih keras atau lebih lunak — karena narasi saat ini ke mana-mana.

Pasar tidak peduli dengan kubu politik Anda. Pasar peduli pada tingkat tarif, risiko pembalasan, dan pergeseran rantai pasok. Pungutan 32% berdampak nyata. Pungutan 4% + pencitraan tidak.

Tentukan sikap.