S&P 500 bertahan di dekat rekor tertinggi, indeks MOVE menembus 100, sementara VIX masih di bawah 15.

Ada yang menyebut bahwa penentu divergensi volatilitas saham dan obligasi ini bukan indeks saham, melainkan obligasi pemerintah AS: imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun telah kembali ke 5,25%. Jika volatilitas obligasi tidak mereda, S&P 500 bisa terkoreksi sekitar 6% dalam sebulan ke depan, dan turun mendekati level 7.300.

Menurut diskusi publik, luas pasar telah menyusut ke level terendah sejak gelembung dot-com, dengan sekitar separuh saham memasuki pasar bearish. Ada kesenjangan divergensi sekitar 12% antara indeks dan luas pasar. Untuk menutup kesenjangan ini, indeks harus turun hingga “bertemu” dengan luas pasar, atau volatilitas obligasi harus lebih dulu mereda agar saham-saham individual bisa menyusul naik.

Data jangka pendek juga menunjukkan gambaran yang beragam: di pasar tradisional, posisi senilai US$2,22 juta dilikuidasi dalam satu jam, dan 89% di antaranya adalah posisi short indeks. Ini menunjukkan bahwa cukup banyak pelaku pasar yang bertaruh pada penurunan. Namun, aktivitas sektor jasa AS pada September meningkat tajam, dan ada pandangan bahwa pasar saham mampu menahan kenaikan imbal hasil.

Jadi, kali ini apakah volatilitas pasar obligasi akan mereda lebih dulu dan saham-saham individual menyusul naik, atau justru luas pasar akan menyeret indeks turun?