【AS mengincar lembaga amal Prancis! Dana jutaan dolar dilacak, kripto kembali terseret 🔥】

🌟 加密不是法外之地,进群聊

Departemen Keuangan AS baru-baru ini mengumumkan sanksi terhadap dua lembaga amal Prancis dan sejumlah pihak terkait. Alasannya, AS menuduh mereka menggalang dana untuk Hamas melalui jaringan penggalangan dana amal.

Departemen Keuangan AS menyatakan bahwa jaringan ini mengumpulkan lebih dari 2 juta dolar AS selama periode 2020 hingga 2026, dan sebagian dana tersebut ditransfer melalui mata uang kripto.

Terlebih lagi, ini bukan penyelidikan dana biasa.

Pihak AS menyatakan bahwa mereka melacak jaringan dana ini melalui berbagai saluran, seperti transfer bank dan dompet kripto, lalu mengidentifikasi pihak-pihak dan lembaga terkait.

Dua penggalang dana yang beroperasi di Prancis dituduh mengumpulkan dana melalui lembaga amal, kemudian mentransfer sebagian dana tersebut ke jaringan terkait, antara lain menggunakan mata uang kripto.

Pertanyaannya:

Mengapa hal ini patut diperhatikan oleh pasar kripto?

Karena kasus ini kembali menunjukkan satu hal:

Meski kripto memungkinkan transfer lintas negara, aliran dana di blockchain tidak sepenuhnya anonim.

Begitu dana masuk ke blockchain, catatan transaksinya biasanya akan tersimpan selamanya. Regulator dapat melacak dana secara bertahap melalui alamat dompet, aliran dana, dan hubungan transfer antarplatform perdagangan.

📌 Jadi, hal yang benar-benar patut diperhatikan kali ini bukan hanya siapa yang dijatuhi sanksi oleh AS, melainkan bahwa aset kripto semakin terintegrasi dalam sistem global untuk memerangi pencucian uang, menerapkan sanksi, dan melacak dana.

Ke depannya, tuntutan regulasi yang dihadapi bursa dan platform dompet kemungkinan akan semakin ketat.