Pasar minggu ini cukup menarik—semakin buruk data ketenagakerjaan, semakin kencang pasar saham naik. #美股周五收涨疲软就业数据提振

Data nonfarm payrolls September hanya bertambah 29.000, padahal perkiraannya sekitar 90.000. Data Agustus juga direvisi turun. Tingkat pengangguran naik menjadi 4,2%. Menurut logika normal, ini seharusnya menjadi kabar buruk bagi pasar, tetapi pasar justru naik: Dow Jones menguat 0,49%, Nasdaq naik 1,2%, dengan saham AI dan semikonduktor memimpin penguatan.

Logikanya sebenarnya sederhana: data ketenagakerjaan yang buruk → ekspektasi kenaikan suku bunga mereda → tekanan suku bunga berkurang → saham-saham bertumbuh diuntungkan. Data CME menunjukkan peluang suku bunga dipertahankan pada Oktober kini mencapai 86%. Sebelumnya, banyak orang masih khawatir The Fed akan terus menaikkan suku bunga.

Namun, ada satu risiko tersembunyi di sini—data nonfarm payrolls September adalah laporan ketenagakerjaan terakhir sebelum rapat kebijakan The Fed dan pemilu paruh waktu, sehingga arti sinyal dari data ini menjadi lebih besar. Selain itu, pertumbuhan upah juga di bawah ekspektasi, hanya 0,1% secara bulanan, yang menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja memang sedang mendingin. Dalam jangka pendek, ini kabar baik bagi aset berisiko. Namun, jika tren melemahnya fundamental ekonomi berlanjut, cepat atau lambat dampaknya akan terlihat pada laba perusahaan.