BTC kembali bertahan di atas 86 ribu. Jangan buru-buru membuktikan bahwa prediksi pertama kita benar.
Pada Senin pagi, yang paling sering terjadi bukanlah “tidak ada peluang”, melainkan peluang terlihat begitu menjanjikan, tetapi setelah kita masuk, baru ketahuan bahwa kedalaman kuotasinya tidak memadai: spread bid-ask melebar, beberapa level teratas langsung kosong begitu disentuh, dan harga eksekusi meleset beberapa tick dari harga yang kita pantau.
Dalam situasi seperti ini, menilai arah pasar baru menyelesaikan separuh tugas. Separuh lainnya adalah kualitas order: pada candlestick yang sama, perbedaan kedalaman pasar, spread, kondisi pemicu, dan struktur biaya dapat membuat hasil eksekusi akhirnya sama sekali berbeda.
Sekarang, saat melihat Perp, saya tidak hanya bertanya apakah perlu masuk. Saya akan lebih dulu menanyakan tiga hal:
1. Apakah kedalaman kuotasi saat ini mampu menampung volume order saya;
2. Apakah perkiraan selisih harga eksekusi melebihi batas toleransi untuk transaksi ini;
3. Jika menggunakan jalur eksekusi lain, apakah biaya riilnya bisa lebih rendah.
Kebiasaan trading yang benar-benar matang bukanlah selalu lebih cepat memasang order, melainkan memahami sebelum memasang order apakah keunggulan transaksi ini akan terkikis oleh friksi eksekusi. Di sinilah nilai perspektif perbandingan eksekusi seperti PerpEX: periksa dulu kondisi order, lalu tentukan jalur yang akan digunakan untuk mengeksekusinya.
#BTC #TradingKontrak
Pada Senin pagi, yang paling sering terjadi bukanlah “tidak ada peluang”, melainkan peluang terlihat begitu menjanjikan, tetapi setelah kita masuk, baru ketahuan bahwa kedalaman kuotasinya tidak memadai: spread bid-ask melebar, beberapa level teratas langsung kosong begitu disentuh, dan harga eksekusi meleset beberapa tick dari harga yang kita pantau.
Dalam situasi seperti ini, menilai arah pasar baru menyelesaikan separuh tugas. Separuh lainnya adalah kualitas order: pada candlestick yang sama, perbedaan kedalaman pasar, spread, kondisi pemicu, dan struktur biaya dapat membuat hasil eksekusi akhirnya sama sekali berbeda.
Sekarang, saat melihat Perp, saya tidak hanya bertanya apakah perlu masuk. Saya akan lebih dulu menanyakan tiga hal:
1. Apakah kedalaman kuotasi saat ini mampu menampung volume order saya;
2. Apakah perkiraan selisih harga eksekusi melebihi batas toleransi untuk transaksi ini;
3. Jika menggunakan jalur eksekusi lain, apakah biaya riilnya bisa lebih rendah.
Kebiasaan trading yang benar-benar matang bukanlah selalu lebih cepat memasang order, melainkan memahami sebelum memasang order apakah keunggulan transaksi ini akan terkikis oleh friksi eksekusi. Di sinilah nilai perspektif perbandingan eksekusi seperti PerpEX: periksa dulu kondisi order, lalu tentukan jalur yang akan digunakan untuk mengeksekusinya.
#BTC #TradingKontrak