Saham SpaceX melonjak lebih dari 7% pada 3 Oktober 2026, ditutup pada $158,96. Akan mudah untuk mengaitkannya dengan kemenangan rekayasa lainnya, tetapi investor tampaknya merespons sesuatu yang lebih besar. Perusahaan ini tidak lagi sekadar membangun roket; mereka mendorong ke AI, dan pasar mulai menilainya seperti perusahaan yang berada di persimpangan antara kedirgantaraan dan kecerdasan buatan.

SpaceX berhasil melakukan tiga peluncuran besar dalam waktu hanya 13 jam. Crew-13 membawa kru baru ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, Transporter-18 menempatkan 130 muatan ke orbit (termasuk satelit AI milik Google), dan Falcon Heavy menerbangkan misi NROL-97 yang diklasifikasikan untuk National Reconnaissance Office. Ini bukan cuma unjuk kemampuan teknis. Para investor melihat perusahaan yang bisa meluncurkan dengan sering dan jarang meleset, dan saham mencerminkan hal itu.

Lalu datanglah Starship Flight 14, yang untuk pertama kalinya mencapai orbit penuh dengan membawa 26 satelit Starlink V3. Hal itu penting karena Starship dirancang untuk terbang lagi dan lagi dengan biaya yang jauh lebih rendah. Jika berjalan sesuai rencana, peluncuran harian dan jaringan satelit yang lebih besar tidak lagi terdengar mustahil. SpaceX jelas sedang memikirkan beberapa dekade ke depan, bukan hanya beberapa misi berikutnya.

Namun dorongan nyata bagi saham itu justru datang dari tempat yang tak terduga: infrastruktur AI. SpaceX mendapatkan kontrak dengan Google (sekitar $920 juta per bulan) dan Anthropic (sekitar $1,25 miliar per bulan), yang jika dijumlahkan menjadi kira-kira $26 miliar per tahun. Pada dasarnya, perusahaan kini menjual daya pusat data berkapasitas tinggi untuk komputasi AI. Itu memberi bantalan jika bisnis roket melambat dan membuka tempat baru untuk bertumbuh.

Peluncuran roket yang cepat, debut orbital Starship, dan kontrak AI bernilai besar membuat saham SpaceX melesat. Laporan mengatakan kekayaan Elon Musk melonjak sebesar $61 miliar dalam satu hari. Analis dari Bernstein, Oppenheimer, dan Macquarie menaikkan target harga mereka ke kisaran $218 hingga $280, dengan rata-rata $235. Bagi para investor, SpaceX kini bukan lagi sekadar pemimpin di bidang kedirgantaraan. Ini adalah pemain serius di pasar teknologi global.

Risikonya belum hilang. Kontrak-kontrak AI dapat dibatalkan dengan pemberitahuan 90 hari, dan Starship masih berada di tahap awal pengembangannya. tetapi potensi kenaikannya terlihat jauh lebih besar. Jika Starship terus berhasil dan kesepakatan AI tetap berjalan, SpaceX bisa berakhir memimpin di dua bidang sekaligus: luar angkasa dan kecerdasan buatan.

Kenaikan hari ini mencerminkan kisah besar tentang transformasi. Peluncuran beruntun membangun kepercayaan, terobosan Starship mengisyaratkan masa depan, dan kontrak AI membuka pendapatan baru. Semuanya mengarah pada satu gagasan: SpaceX sedang berubah menjadi pusat kekuatan teknologi dengan dua sayap: roket dan AI.

📚 Referensi

1. Kompas Money. Kekayaan Elon Musk Meningkat Rp 1,092 Triliun. 3 Oktober 2026.

2. Blockonomi. Aksi Peluncuran Roket Triple Drives SpaceX Melonjak 7%. 3 Oktober 2026.

3. FinanceFeeds. Saham SpaceX di $159: Bull $235, Bear $145. 3 Oktober 2026.

#SpaceX $SPCX.US #SPCX

SPCX.US
SPCX
US
Space Exploration Technologies Corp.
159.11
+7.25%