Binance Baru Saja Menghapus 8 Token Dari Margin Trading — Ini Alasannya Mengapa Sering Terjadi
Jika kamu sudah lama menggunakan Binance, ini mungkin bukan pemberitahuan delisting pertama yang kamu lihat.
Pada 2 Oktober, Binance mencabut dukungan margin dan pinjaman untuk delapan token sekaligus: REQ, WIN, GNS, TFUEL, GNO, QKC, LAZIO, dan OSMO.
Ini bukan kejadian acak atau mendadak. Binance menjalankan tinjauan berkala untuk setiap pasangan yang terdaftar, mengecek likuiditas, volume perdagangan, aktivitas pengembangan, dan risiko regulasi. Token yang berada di bawah batas biasanya kehilangan dukungan margin terlebih dahulu — perdagangan spot tidak selalu terpengaruh dengan cara yang sama.
Apa yang biasanya terjadi setelahnya, berdasarkan gelombang delisting sebelumnya: token yang terdampak sering mengalami penurunan harga yang tajam dalam jangka pendek karena posisi margin dipaksa ditutup dan likuiditas menipis. Hal ini pernah terjadi pada pasangan seperti IDEX dan A2Z sebelumnya, dan pada pasangan margin XRP juga pada Maret 2025.
Polanya terulang setiap beberapa minggu di Binance — kadang itu $BTC atau $ETH pasangan yang terkait dengan token tertentu, kadang berupa altcoin yang kurang dikenal yang sebenarnya tidak banyak diperdagangkan sejak awal.
Kalau kamu memegang posisi margin di token apa pun, mengecek pengumuman delisting Binance secara rutin bukan pilihan — itu bagian dari manajemen risiko dasar.
Pernahkah kamu terpancing lengah oleh delisting yang tiba-tiba, atau kamu selalu memantau pengumuman ini dengan saksama? 👇
#Binance #MarginTrading #Delisting #CryptoNews #RiskManagement
Jika kamu sudah lama menggunakan Binance, ini mungkin bukan pemberitahuan delisting pertama yang kamu lihat.
Pada 2 Oktober, Binance mencabut dukungan margin dan pinjaman untuk delapan token sekaligus: REQ, WIN, GNS, TFUEL, GNO, QKC, LAZIO, dan OSMO.
Ini bukan kejadian acak atau mendadak. Binance menjalankan tinjauan berkala untuk setiap pasangan yang terdaftar, mengecek likuiditas, volume perdagangan, aktivitas pengembangan, dan risiko regulasi. Token yang berada di bawah batas biasanya kehilangan dukungan margin terlebih dahulu — perdagangan spot tidak selalu terpengaruh dengan cara yang sama.
Apa yang biasanya terjadi setelahnya, berdasarkan gelombang delisting sebelumnya: token yang terdampak sering mengalami penurunan harga yang tajam dalam jangka pendek karena posisi margin dipaksa ditutup dan likuiditas menipis. Hal ini pernah terjadi pada pasangan seperti IDEX dan A2Z sebelumnya, dan pada pasangan margin XRP juga pada Maret 2025.
Polanya terulang setiap beberapa minggu di Binance — kadang itu $BTC atau $ETH pasangan yang terkait dengan token tertentu, kadang berupa altcoin yang kurang dikenal yang sebenarnya tidak banyak diperdagangkan sejak awal.
Kalau kamu memegang posisi margin di token apa pun, mengecek pengumuman delisting Binance secara rutin bukan pilihan — itu bagian dari manajemen risiko dasar.
Pernahkah kamu terpancing lengah oleh delisting yang tiba-tiba, atau kamu selalu memantau pengumuman ini dengan saksama? 👇
#Binance #MarginTrading #Delisting #CryptoNews #RiskManagement