Peringatan tentang keruntuhan Bitcoin sedang beredar di X, dengan sebuah unggahan yang sedang tren membandingkan grafik S&P 500 dengan apa yang disebut siklus Benner dan menyatakan bahwa sesuatu yang sangat buruk bisa terjadi pada Senin. Unggahan itu mengaitkan peringatan tersebut dengan Federal Reserve, imbal hasil jangka panjang, utang, dan likuiditas.

Peringatan Keruntuhan Bitcoin Berpusat pada Kebijakan The Fed

Posting analis tersebut mengklaim bahwa The Fed telah secara efektif mencapai kebuntuan kebijakan (policy trap). Menurut argumennya, menaikkan suku bunga bisa mendorong biaya pinjaman dan imbal hasil Treasury jangka panjang lebih tinggi sekaligus melemahkan pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan tekanan untuk membayar utang (debt-servicing).

Postingan itu juga mengklaim bahwa mempertahankan suku bunga tetap atau memotongnya bisa memperburuk inflasi, melonggarkan kondisi keuangan, dan pada akhirnya memaksa putaran pengetatan (tighthening) lainnya.

Itu menciptakan siklus yang disoroti oleh postingan tersebut: suku bunga yang lebih tinggi dapat berarti pertumbuhan yang lebih lambat, sementara suku bunga yang lebih rendah dapat berarti tekanan inflasi yang muncul kembali.

Imbal Hasil Jangka Panjang Menjadi Pusat Peringatan

Postingan tersebut secara spesifik mengarah pada imbal hasil (yield) Treasury jangka panjang, dengan mengklaim bahwa mereka sudah berada di level tertinggi sejak 2007. Postingan itu juga menyebut sekitar $40 triliun utang AS dan berpendapat bahwa meningkatnya biaya utang dapat menambah tekanan di seluruh pasar keuangan.

Perbandingan dengan Jepang adalah bagian besar lain dari peringatan tersebut. Postingan itu berpendapat bahwa Federal Reserve pada akhirnya bisa menghadapi dilema kebijakan yang serupa. Namun, tidak ada klaim-klaim tersebut yang menetapkan bahwa pasar akan crash pada Senin.

Bitcoin Masuk Daftar Aset yang Berisiko

Postingan tersebut menyebutkan bahwa likuiditas yang lebih ketat bisa memicu penjualan paksa di saham, obligasi, perak, dan Bitcoin. Rangkaian reaksi yang diusulkannya sederhana: imbal hasil yang lebih tinggi mengarah pada likuiditas yang lebih ketat, aset berisiko yang turun, dan pada akhirnya penjualan paksa.

Postingan itu juga berpendapat bahwa investor mungkin akan menjual apa pun yang bisa mereka cairkan ketika likuiditas menghilang.

Untuk Bitcoin, itu berarti peringatan tersebut terkait langsung dengan argumen likuiditas yang lebih luas, bukan dengan katalis pasar kripto tertentu. Peringatan crash Bitcoin tetap menjadi prakiraan yang beredar di X, berdasarkan data yang tidak merupakan jaminan terkonfirmasi bahwa crash akan terjadi pada Senin, 5 Oktober.