Højlund, semua orang akan selalu mengingat momen ini.🇩🇰❤️
Meski tim Portugal menang 4-2 atas tim Denmark, gerakan perayaan Højlund menyampaikan makna yang lebih dalam.
Ia mencetak gol saat melawan Portugal, lalu melakukan aksi perayaan khas “SIUUUU”—yang sama persis dengan yang pernah ia lakukan pada tahun 2025. Saat itu, ia menjelaskan bahwa itu bukanlah ejekan, melainkan penghormatan kepada sang bintang yang menginspirasinya untuk bertumbuh. Kemudian, Cristiano Ronaldo juga membalas dengan aksi perayaan yang sama setelah mencetak gol di pertandingan berikutnya.
Namun, perasaan semalam benar-benar berbeda.
Karena Ronaldo meninggalkan tim nasional Portugal setelah terlibat konflik dengan Jorge Jesus, Højlund menyadari bahwa mungkin karier sang idola di tim nasional sudah mendekati akhir.
Usai mencetak gol, ia menatap tribun dan melakukan gerakan “SIUUUU”, seolah hendak menyatakan: “Inilah warisan Cristiano Ronaldo.”
Lalu, saat peluit akhir dibunyikan, ia menolak berjabat tangan dengan Jorge Jesus dan mendorong dadanya dengan ekspresi kesal.
Setelah pertandingan, Højlund mengatakan: “Ini semata-mata untuk menghormati seseorang yang mungkin saja kariernya di tim nasional sudah berakhir—terutama setelah kejadian-kejadian itu. Dia adalah idola besar saya.”
Ini bukan sekadar sebuah perayaan.
Ini adalah tindakan seorang pemain muda yang berdiri untuk menghadapi ketidakadilan dan kurangnya rasa hormat yang dialami idolanya, sekaligus memberikan penghormatan kepada sosok yang menginspirasinya.
Apa lagi yang bisa dikatakan? Hanya rasa terima kasih.
Terima kasih, Højlund. 🇩🇰❤️
Lanjut 20k!
#1688家族family #prediction...