Akumulasi kekayaan sebenarnya hanya ada tiga tahap.

Tahap pertama, ketika modal belum terbentuk, jangan terus-menerus meneliti cara berinvestasi untuk melipatgandakan hasil.
Pada saat ini, yang paling berharga bukanlah tingkat imbal hasil, melainkan kemampuan kerja Anda, kemampuan untuk menghasilkan uang.

Tahap kedua, setelah Anda memiliki modal tertentu, Anda tidak bisa hanya mengandalkan gaji tetap.
Pada tahap ini, mulailah menggunakan pikiran: carilah peluang di pasar yang jelas-jelas salah harga.
Setelah menemukannya, beranilah ambil tindakan dan menghasilkan uang dari kesenjangan pengetahuan (cognitive gap).

Tahap ketiga, ketika modal sudah cukup besar, justru jangan terus-menerus memikirkan untuk “beradu strategi” dengan pasar.

Saat ini, yang benar-benar penting adalah melihat tren dengan jelas, berdiri di sisi arah besar sejarah, agar zaman membantu Anda menghasilkan uang.

Logika ini sebenarnya lebih dari dua ribu tahun lalu sudah dirangkum oleh Sima Qian dalam “Shiji · Huozhi Liezhuan”:
“Tanpa harta untuk memerlukan tenaga, dengan sedikit pertarungan kecerdikan, maka yang ada hanyalah cukup dalam waktu yang penuh persaingan.”

Saat tidak punya uang, mengandalkan tenaga; setelah punya uang, mengandalkan kemampuan berpikir; setelah uang banyak, mengandalkan tren.

Intinya, pertumbuhan kekayaan tidak pernah menjadi satu set strategi yang bisa dipakai terus sampai akhir.