Yang Shen, Yang Shen, kamu tidak seharusnya menulis puisi itu
Seharusnya aku yang menulis, lagipula itu lebih sesuai dengan suasanaku saat ini

Air Sungai Yangtze mengalir ke timur tanpa henti, ombak menghapus para pahlawan. Benar dan salah, keberhasilan dan kegagalan, pada akhirnya hanya tinggal kosong. Pegunungan hijau tetap ada; berapa kali matahari senja merah datang dan pergi. Rambut beruban nelayan dan pengayuh perahu di tepi sungai, sudah terbiasa menikmati bulan musim gugur dan angin musim semi. Sepoci arak keruh, senang bertemu dengan kawan. Sejak dahulu sampai sekarang, berapa banyak urusan, semuanya kuserahkan pada tawa dalam perbincangan🤔