Presiden AS Donald Trump mengumumkan proyek tersebut pada Jumat melalui platform Truth Social dan mengatakan bahwa kesepakatan dengan Korea «semakin membaik». Ia menyebut investasi itu sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk meningkatkan produksi energi AS. Namun, seorang pejabat Kementerian Perindustrian Korea Selatan mengatakan kepada Reuters bahwa proyek tersebut bukan bagian dari kesepakatan, dan Seoul terkejut dengan pengumuman itu serta telah meminta penjelasan dari Washington.

Mengapa perselisihan ini penting?

Kedua pemerintah memiliki kerangka investasi resmi berskala besar, dan proyek senilai 8,4 miliar dolar itu tidak tercantum dalam ketentuan kesepakatan yang diumumkan.

Kesepakatan yang telah berlaku senilai 350 miliar dolar

Total komitmen Korea Selatan mencapai 350 miliar dolar, terdiri atas 150 miliar dolar untuk pembangunan kapal di AS dan 200 miliar dolar untuk investasi strategis. Energi jelas menjadi bagian dari hubungan tersebut. Minggu ini, Trump mengumumkan serangkaian proyek infrastruktur AS yang didukung Korea, mencakup energi nuklir, pembangkit listrik berbahan bakar gas, dan usulan jalur pipa gas alam cair di Alaska. Namun, Seoul bersikap lebih hati-hati dan mengatakan bahwa proyek Alaska masih memerlukan kajian komersial dan hukum, alih-alih menganggap setiap angka yang diumumkan sebagai komitmen final. Klaim pada hari Jumat itu menjadi contoh lain dari kesenjangan antara apa yang diumumkan Washington dan apa yang menurut Seoul benar-benar telah disepakati.

Minyak memperbesar arti penting perselisihan

- Harga minyak mentah Brent baru-baru ini naik di atas 100 dolar seiring meningkatnya risiko pasokan di Timur Tengah.

- AS melepas tambahan 40 juta barel dari cadangan strategisnya, sehingga persediaan daruratnya berada di dekat level terendah dalam 44 tahun. Menipisnya cadangan ini membuat peningkatan produksi domestik semakin penting untuk meredam dampak kenaikan harga minyak mentah.

- Harga minyak yang tinggi berdampak pada pasar yang lebih luas. Coinpaper sebelumnya membahas bagaimana minyak mentah seharga 108 dolar dapat mendorong ekspektasi inflasi dan imbal hasil obligasi pemerintah AS, sekaligus menekan saham teknologi dan Bitcoin.

- Korea Selatan sangat rentan terhadap kondisi ini karena sangat bergantung pada energi impor. Kenaikan harga minyak dan kekhawatiran pasokan pada awal tahun ini turut memicu aksi jual tajam saham-saham Korea, yang menjelaskan mengapa komitmen energi besar memiliki arti ekonomi tambahan bagi Seoul.@Binance_Square_Official

#ترامب #كوريا_الجنوبية #النفط #برنت