Level retracement Fibonacci berguna bagi pedagang dan investor di pasar keuangan. Itu adalah garis horizontal pada grafik harga yang dapat menunjukkan di mana harga akan berbalik arah. Level-level ini didasarkan pada deret Fibonacci, yaitu rangkaian angka yang muncul dalam matematika dan keuangan.

Kasus penggunaan:

Hal pertama yang harus dipahami tentang alat Fibonacci adalah alat ini paling efektif ketika pasar sedang tren.

Di pasar yang trennya naik, trader biasanya menggunakan alat Fibonacci retracement untuk mengidentifikasi potensi peluang pembelian pada retracement ke level support utama. Sebaliknya, dalam pasar yang trennya menurun, trader mungkin mencari peluang untuk melakukan short sell ketika harga menelusuri kembali ke level resistance Fibonacci.

Level retracement Fibonacci dianggap sebagai indikator teknis prediktif karena mencoba memperkirakan di mana harga akan berada di masa depan.

Berdasarkan teori, ketika arah tren ditetapkan, harga cenderung kembali sebagian atau menelusuri kembali tingkat harga sebelumnya sebelum terus bergerak ke arah tren tersebut.

Cara Menemukan Level Retracement Fibonacci:

Level retracement Fibonacci dapat ditemukan dengan mengidentifikasi titik-titik utama Swing High dan Swing Low dari pergerakan harga suatu aset. Setelah titik-titik ini ditentukan, Anda dapat menggunakan alat Fibonacci retracement, yang menghitung potensi level dukungan dan resistensi berdasarkan rasio antara titik-titik utama.

Untuk menerapkan alat Fibonacci retracement, klik dan tarik dari Swing Low ke Swing High saat tren turun, atau dari Swing High ke Swing Low saat tren naik. Ini menghasilkan serangkaian garis horizontal pada rasio Fibonacci yang telah ditentukan, termasuk 23,6%, 38,2%, 50%, 61,8%, dan 78,6%.

Apakah kamu mengikutiku? ;)

Sekarang, mari kita jelajahi beberapa contoh bagaimana level retracement Fibonacci dapat diterapkan dalam perdagangan mata uang kripto

Tren Naik:

Dalam contoh ini, level Fibonacci retracement diplot dengan memilih titik Swing Low dan Swing High, yang diamati pada tanggal 8 Januari 2021 pada harga $41,904.

Level Fibonacci retracement adalah $33,521 (23,6%), $29,197 (38,2%), $26,114 (50,0%*), $23,356 (61,8%), dan $19,925 (76,4%), seperti yang ditunjukkan pada grafik.

Trader mengantisipasi jika BTC/USD menelusuri kembali harga tertingginya baru-baru ini dan kemungkinan besar akan menemukan support di level Fibonacci retracement. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan trader untuk menempatkan order beli pada level tersebut saat harga turun, sehingga menimbulkan potensi masuknya tekanan beli yang dapat menaikkan harga.

Meskipun rasio 50,0% tidak secara resmi diakui sebagai rasio Fibonacci, namun rasio ini telah digunakan secara luas dan bertahan seiring berjalannya waktu.

Sekarang mari kita lihat apa yang terjadi setelah Swing High terjadi.

Harga melambung melewati level 23,6% dan terus turun selama beberapa minggu berikutnya.

Dua kali menguji 38,2% tetapi tidak mampu turun di bawahnya.

Selanjutnya, sekitar tanggal 28 Januari 2021, pasar melanjutkan tren kenaikannya dan melampaui swing high sebelumnya.

Memasuki posisi long pada level Fibonacci 38,2% kemungkinan besar akan menghasilkan perdagangan yang menguntungkan dalam jangka panjang.

Tren Turun

Selanjutnya, kita akan mempelajari penerapan alat Fibonacci retracement dalam skenario tren turun. Berikut adalah grafik 4 jam yang menggambarkan aksi harga ETH/USD.

Seperti yang Anda lihat, kami menemukan Swing High kami di $289 pada 14 Februari 2020 dan Swing Low kami di $209 pada 27 Februari 2020.

Level retracementnya adalah $225 (23.6%), $236 (38.2%), $245 (50.0%), $255 (61.8%) dan $269 (76.4%).

Dalam tren turun, kemunduran dari titik terendah dapat menghadapi resistensi di level Fibonacci karena tekanan jual dari pedagang yang ingin menjual pada harga yang lebih baik. Trader teknikal sering kali menggunakan level Fibonacci untuk mengidentifikasi area potensi resistensi harga dan menyesuaikan strategi trading mereka.

Mari kita lihat apa yang terjadi selanjutnya.

Pasar memang berupaya untuk naik, namun sempat terhenti di bawah level 38,2% sebelum mencapai batas 50,0%.

Penempatan order pada level 38,2% atau 50,0% akan menghasilkan hasil perdagangan yang menguntungkan.

Dalam dua contoh ini, kita dapat mengamati bahwa harga memposisikan dirinya pada level retracement Fibonacci untuk menemukan support atau resistance sementara.

Level-level ini berkembang menjadi level support dan resistance yang terpenuhi dengan sendirinya sebagai hasil dari semua orang yang menggunakan alat Fibonacci.

Semua pending order tersebut dapat mempengaruhi harga pasar jika cukup banyak pelaku pasar yang mengantisipasi terjadinya retracement di dekat level Fibonacci retracement dan bersiap untuk memasuki posisi ketika harga mencapai level tersebut.

Kesimpulannya:

Penting untuk diperhatikan bahwa penetapan harga tidak selalu mengikuti lintasan ke atas dari level retracement Fibonacci. Sebaliknya, level-level ini harus didekati sebagai area potensial untuk penelitian dan analisis lebih lanjut.

jika trading semudah menempatkan order pada level Fibonacci retracement, pasar tidak akan begitu fluktuatif. Namun, seperti yang kita ketahui bersama, trading adalah proses kompleks dan dinamis yang memerlukan kombinasi pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman agar berhasil.