【Dalam trading, sebaiknya percaya pada teknis atau perasaan diri sendiri?】
Saya menemukan sebuah fenomena yang cukup menarik.
Banyak orang saat baru mulai trading:
“Harus belajar analisis teknikal.”
Setelah belajar enam bulan:
MACD sudah paham, moving average sudah paham, support-resistance juga sudah paham.
Lalu ketika benar-benar melakukan order:
“Sepertinya akan naik, gas!”
😂
Yang paling lucu adalah, setelah harganya naik:
“Lihat, aku benar dalam menilai.”
Kalau harganya turun:
“Bandarnya terlalu jahat.”
Jadi saya makin merasa:
Analisis teknikal menyelesaikan masalah tentang “kemungkinan pasar bergerak ke mana”,
sedangkan disiplin trading menyelesaikan masalah “kalau ternyata salah, harus bagaimana”.
Tapi ada satu hal lagi yang sering diabaikan:
probabilitas.
Tidak ada indikator yang bisa memberitahu Anda:
“Beli di sini, 100% pasti naik.”
Trading yang benar-benar profesional pada dasarnya adalah melakukan:
win rate × risk/reward × posisi (ukuran/volumenya)
bukan mencari apa yang disebut “titik pasti naik”.
Jadi saya ingin bertanya kepada semua orang:
Kalau sebuah strategi trading memiliki win rate hanya 40%, tapi setiap kali untungnya 3 kali, dan saat rugi maksimal 1 kali, apakah Anda berani melakukannya dalam jangka panjang?
Pertanyaan ini cukup menarik.
Di kolom komentar, bisa langsung tulis: berani / tidak berani.
Saya menemukan sebuah fenomena yang cukup menarik.
Banyak orang saat baru mulai trading:
“Harus belajar analisis teknikal.”
Setelah belajar enam bulan:
MACD sudah paham, moving average sudah paham, support-resistance juga sudah paham.
Lalu ketika benar-benar melakukan order:
“Sepertinya akan naik, gas!”
😂
Yang paling lucu adalah, setelah harganya naik:
“Lihat, aku benar dalam menilai.”
Kalau harganya turun:
“Bandarnya terlalu jahat.”
Jadi saya makin merasa:
Analisis teknikal menyelesaikan masalah tentang “kemungkinan pasar bergerak ke mana”,
sedangkan disiplin trading menyelesaikan masalah “kalau ternyata salah, harus bagaimana”.
Tapi ada satu hal lagi yang sering diabaikan:
probabilitas.
Tidak ada indikator yang bisa memberitahu Anda:
“Beli di sini, 100% pasti naik.”
Trading yang benar-benar profesional pada dasarnya adalah melakukan:
win rate × risk/reward × posisi (ukuran/volumenya)
bukan mencari apa yang disebut “titik pasti naik”.
Jadi saya ingin bertanya kepada semua orang:
Kalau sebuah strategi trading memiliki win rate hanya 40%, tapi setiap kali untungnya 3 kali, dan saat rugi maksimal 1 kali, apakah Anda berani melakukannya dalam jangka panjang?
Pertanyaan ini cukup menarik.
Di kolom komentar, bisa langsung tulis: berani / tidak berani.
