Di balik perkembangan AI yang makin pesat, ada satu sumber daya lain yang juga dibutuhkan: yaitu air.

Contohnya terjadi di Newton County, Georgia, Amerika Serikat.

Di sana, sebuah keluarga yang tinggal sekitar 300 meter dari data center Meta, Beverly dan Jeff Morris, melaporkan masalah pada sumur mereka setelah pembangunan fasilitas dimulai.

Mereka mengatakan tekanan air perlahan menurun, air menjadi keruh dan penuh sedimentasi, sampai akhirnya air hampir nggak keluar dari keran.

Keluarga tersebut menduga aktivitas pembangunan seperti penggalian, pembukaan lahan, dan peledakan telah mengganggu kondisi air tanah di sekitar rumah mereka.

Bahkan pada September 2026, beberapa keluarga menggugat Meta terkait dugaan tersebut.

Tapi Meta membantah.

Meta mengatakan aktivitas pembangunan maupun operasional data center mereka tidak menyebabkan masalah pada sumur warga. Perusahaan juga menyebut studi groundwater independen yang mereka pesan tidak menemukan dampak tersebut.

Meta sendiri mengatakan data center itu menggunakan air dari jaringan utilitas lokal, bukan mengambil air tanah.

Jadi, apakah benar data center Meta menyebabkan sumur warga bermasalah?

Belum ada kesimpulan hukum yang membuktikan itu. Kasusnya masih menjadi sengketa.

Tapi kasus ini menunjukkan satu hal: di era AI, ketika data center semakin besar, kebutuhan infrastrukturnya bukan cuma listrik dan chip, air juga menjadi bagian dari ceritanya.