#韩国拟将股票债券纳入代币化证券
Yang perlu benar-benar diperhatikan adalah: aset-aset dari gelombang berikutnya yang benar-benar masuk ke sistem keuangan tradisional, pada akhirnya akan diselesaikan di chain mana. Itulah pertanda awal untuk koin-koin mana yang akan meledak di ronde berikutnya.
Apa yang dilakukan Korea kali ini bukan hanya beberapa proyek RWA.
Rencana terbaru dari dewan keuangan secara tegas menyatakan: saham, obligasi, dan reksa dana semuanya dapat masuk ke kerangka efek berbasis token (tokenized securities). Aturan terkait direncanakan mulai diterapkan pada 4 Februari 2027.
Yang lebih patut dicermati justru langkah-langkah berikutnya:
Langkah pertama: mengubah sekuritas tradisional menjadi aset on-chain;
Langkah kedua: secara bertahap memasukkan juga sekuritas dari penawaran umum;
Langkah ketiga: langsung meneliti penggunaan stablecoin untuk pembayaran dan settlement on-chain.
Ini jadi menarik.
Stablecoin menyelesaikan masalah “uang di chain”,
sedangkan efek berbasis token menyelesaikan masalah “aset di chain”.
Begitu kedua sisi saling terhubung, blockchain tidak lagi sekadar dipakai untuk trading koin, melainkan mulai menyentuh penerbitan, transaksi, dan settlement sekuritas yang sesungguhnya.
Selain itu, beberapa perusahaan sekuritas di Korea sudah mulai memilih teknologi lapisan dasar:
Hana Investment & Securities mengerjakan Avalanche,
Samsung Securities menggunakan Ethereum/Besu,
dan KB Securities bekerja sama dengan Securitize dan Optimism.
Yang perlu benar-benar diperhatikan adalah: aset-aset dari gelombang berikutnya yang benar-benar masuk ke sistem keuangan tradisional, pada akhirnya akan diselesaikan di chain mana. Itulah pertanda awal untuk koin-koin mana yang akan meledak di ronde berikutnya.
Ini mungkin saja merupakan kompetisi nyata RWA untuk tahap berikutnya.