Presiden AS Donald Trump baru-baru ini menyampaikan pernyataan terbuka terkait beberapa kebijakan kunci. Di satu sisi, ia mengungkapkan ketidakpuasan terhadap laju pertumbuhan ekonomi yang terhambat oleh suku bunga yang tinggi saat ini, dan menyatakan bahwa langkah untuk mendorong pertumbuhan tidak akan memicu inflasi. Di sisi lain, dalam konteks geopolitik, ia mengirim ultimatum keras kepada Iran, menyatakan bahwa negara tersebut harus menandatangani kesepakatan atau akan menghadapi konsekuensi yang bersifat menghancurkan. Berbeda dari ekspektasi pasar yang cenderung moderat sebelumnya, sikap Gedung Putih yang lebih tegas serta tuntutan kebijakan yang agresif kini justru kembali memperburuk ketidakpastian makro global.

Kombinasi kebijakan semacam ini tidak hanya berpotensi mengacaukan ritme bank sentral dalam memerangi inflasi, tetapi juga, melalui pembatasan yang lebih ketat dan ancaman militer yang lebih langsung, turut meningkatkan risiko ekor terhadap pasokan energi dan keamanan geopolitik. Pasar keuangan tradisional sedang melakukan penilaian ulang terhadap potensi stagflasi dan konflik geopolitik. Minyak mentah dan aset safe haven mendapatkan dukungan kuat, sementara lonjakan volatilitas imbal hasil obligasi pemerintah AS dan dolar semakin menekan perluasan sentimen terhadap aset berisiko.

Bagi pasar kripto, di tengah tekanan ganda berupa ketegangan geopolitik yang sangat tinggi dan goyahnya kebijakan makro, likuiditas terus dipercepat untuk meninggalkan aset berisiko. Jika situasi Timur Tengah memburuk hingga memicu sentimen safe haven yang sepenuhnya menguasai pasar, aset kripto utama seperti $BTC dalam waktu singkat mungkin akan menghadapi tekanan likuiditas yang lebih mendalam serta risiko penurunan. #Geopolitics #InterestRates #TrumpPolicy