Setiap kali membuka transaksi, tuliskan log transaksi—mengapa membuka posisi, apa logika membukanya, kerugian maksimum yang direncanakan untuk transaksi ini berapa, target take profitnya berapa, apakah ini trading yang impulsif. Impulsif, terbawa emosi—sebenarnya itu tidak terlalu mengerikan; setiap trader pasti pernah mengalami. Yang penting adalah mengendalikan emosi, memutus dengan tegas agar emosi tidak menyebar—itulah yang harus bisa dilakukan oleh seorang trader yang matang. Ini juga langkah terakhir sebelum saya mencapai pencerahan. Setiap hari, saya merencanakan dulu berapa kerugian maksimum yang bisa saya tanggung untuk tiap transaksi, lalu baru membuka posisi sesuai logika. Bagi saya, 500U sudah cukup.
