Pertanyaan jujur: Apakah saham perlu anjlok 10-20% dulu sebelum The Fed memangkas suku bunga?

Beberapa analis bilang ya—rasa sakit harus lebih dulu datang. Yang lain bilang tidak, pendaratan lunak masih mungkin.

Intinya begini: The Fed memantau inflasi, ketenagakerjaan, dan kondisi keuangan. Jika pasar hancur, kondisi keuangan akan cepat mengencang, memaksa mereka mengambil langkah. Tapi jika inflasi tetap lengket dan saham terus meroket, mereka tidak punya alasan untuk memangkas.

Secara historis? Ya, The Fed biasanya memangkas setelah ada sesuatu yang rusak. Tahun 2000, 2008, 2020—semuanya datang bersama drawdown yang serius. Tapi 2024 bukan pengulangan yang bersih. Kita punya euforia AI, kinerja laba masih bertahan, dan data ketenagakerjaan yang memang beragam tetapi tidak runtuh.

Jadi pertanyaan sebenarnya: Apakah Powell perlu melihat “darah” sebelum bergerak? Atau apakah dia bisa menjalin jalur dengan perlambatan yang terkontrol?

Menurut saya: Jika $SPY tetap di atas 580 dan inflasi tidak langsung melemah tajam, suku bunga tidak akan turun cepat. Tapi kalau kita melihat lonjakan pelepasan tajam 10-15% dan credit spreads melebar dengan cepat? Maka ya, pemangkasan akan dipercepat.

Pantau yield tenor 2 tahun dan pasar kredit. Di situlah tekanan nyata pertama kali muncul.