Tidak berhasil meloloskan proyek undang-undang kripto terbesar—jadi SEC bertindak sendiri 🏛️📉
​Ketika Senat AS hanya selangkah lagi (satu suara) untuk mengesahkan rancangan undang-undang CLARITY, banyak yang khawatir reformasi struktur pasar kripto akan terhenti dalam kebuntuan politik di Washington 🛑. Namun, ketua SEC, Paul Atkins, baru saja memberi sinyal bahwa lembaga tersebut tidak akan menunggu 🚀.
​Apa yang terjadi? 🔍
​Kebuntuan legislasi 📜❌: Pada 15 September, rancangan undang-undang CLARITY kalah dalam pemungutan suara penutupan di Senat (49-50), sehingga tidak mencapai 60 suara yang dibutuhkan untuk maju.
​Respons SEC ⚡: Pada 29 September, Atkins mengumumkan bahwa SEC akan menggunakan kewenangan hukum yang sudah ada untuk memberikan kejelasan regulasi terkait penggalangan dana on-chain, terlepas dari progres di Kongres.
​Langkah regulasi terbaru 📋: Ini mengikuti usulan Agustus untuk "Regulation Crypto Assets" (pengecualian untuk penggalangan dana hingga US$ 75 juta per tahun 💰), panduan mengenai aksi pada aset tokenisasi pada 17 September, serta klarifikasi FAQ pada 25 September.
​Dinamika di Komisi 👥: Perubahan ini terjadi tak lama setelah kepergian komisioner Hester Peirce pada 2 Oktober, sehingga komisi tersisa dengan dua anggota yang lebih ramping untuk mendorong keputusan-keputusan di masa depan.
​Mengapa ini penting? ⚖️
​Selama bertahun-tahun, startup dan penerbit token menghadapi kesulitan tanpa arahan federal yang jelas 🛡️, sering kali berisiko menghadapi sanksi retroaktif atas penjualan surat berharga yang tidak terdaftar ⚠️. Tindakan regulatori SEC dapat mempercepat proses dibandingkan dengan siklus legislatif yang lambat ⏱️.
​Namun, ada satu catatan 🎣: aturan yang berbasis pada pedoman administratif bisa dengan mudah dicabut oleh presiden SEC berikutnya 🔄. Berbeda dengan undang-undang Kongres, aturan pada level lembaga tidak memiliki perlindungan hukum yang permanen