Sebuah laporan keuangan yang pendapatannya melonjak hampir empat kali lipat year-on-year dan berbagai panduan mengungguli ekspektasi, namun setelah perilisannya, pergerakan di papan tidak memicu lonjakan satu arah (short squeeze) seperti yang diperkirakan. $MU sempat dipacu cepat hingga 1082, lalu momentumnya mendadak berhenti; setelah itu, harga terus melemah dan menembus area sekitar 1072, yaitu garis MA20. Dalam waktu singkat, sentimen bullish di pasar rontok cepat pada momen ketika kabar baik sudah terealisasi.

Pergerakan ini secara langsung mencerminkan terjadinya perombakan posisi dan preferensi risiko akibat dorongan peristiwa (event-driven). Kenaikan yang berlangsung sebelumnya telah mengantisipasi dan “mengisi penuh” ekspektasi kinerja yang sangat tinggi. Ketika angka laporan keuangan yang sempurna benar-benar ditampilkan di depan mata, dana-dana yang sebelumnya meraih keuntungan memilih untuk mengambil profit seiring momentum. Akibatnya, “kepingan” (posisi) kubu bullish mulai terlihat kendur. Arus profit take di level tinggi yang terkonsentrasi membuat preferensi risiko pasar yang tadinya sangat euforia berubah menjadi defensif dalam periode waktu yang relatif singkat.

Saat ini, pasar memasuki fase pasca-penetapan (earnings landing) berupa pencernaan valuasi dan penataan ulang posisi. Dalam jangka pendek, yang menjadi kunci adalah apakah setelah saham acuan AS (US listed) dibuka, kubu bullish bisa segera mengerahkan tenaga untuk merebut kembali penekanan dari garis-garis (reclaim moving average). Jika kesinambungan momentum penerusan masih kurang, harga kemungkinan besar akan kembali menurun untuk menguji area support kunci di sekitar 1050, sambil menunggu terbentuknya akumulasi dana (right-side positioning) untuk merespons dari sisi tersebut.