Pemerintah Korea Selatan baru-baru ini mengajukan sebuah proposal keuangan inovatif, dengan rencana untuk “tokenisasi” saham dan obligasi melalui teknologi blockchain guna meningkatkan efisiensi pasar modal. Menurut data terbaru, proposal ini bertujuan menurunkan biaya transaksi, diperkirakan dapat menurunkan biaya transaksi saham sekitar 30%, sementara tokenisasi obligasi dapat semakin mengurangi waktu penyelesaian sekitar 20%. Otoritas pengawas keuangan Korea Selatan menyatakan langkah ini berpotensi membuat setidaknya 500 perusahaan mencantumkan sekuritas tokenisasi sebelum tahun 2025. Kebijakan ini dipandang sebagai tonggak baru dalam perkembangan fintech di Asia.#KoreaProposesTokenizingStocksAndBonds