ETH terjepit di antara dua kekuatan yang saling berlawanan.

ETH menghadapi dinamika yang berbeda dibandingkan dengan BTC.

Di satu sisi, ada ekspektasi pemulihan pasar kripto seiring inflasi AS mereda dan Citi menaikkan proyeksi 12 bulan untuk ETH menjadi 3.028.

Di sisi lain, imbal hasil Treasury yang terus melebihi 5% tetap menekan biaya modal dan valuasi aset berisiko.

Faktor kunci yang perlu diperhatikan bukan hanya apakah ETH naik, tetapi apakah ia dapat mempertahankan kekuatannya meskipun lingkungan makro tetap tidak menguntungkan.

Jika arus modal kembali ke kripto sementara imbal hasil tetap tinggi, pasar kemungkinan akan melihat divergensi yang lebih jelas antara aset dengan narasi yang unik dan aset yang naik semata-mata karena likuiditas.

Pada titik ini, ETH perlu dipandang melalui dua sudut pandang: narasi spesifik Ethereum dan kisah ekonomi yang lebih luas.