【Inflasi mendingan, emas malah masih turun? Variabel sebenarnya adalah harga minyak🔥】
💬 宏观消息面变化,进群聊
Emas baru-baru ini menunjukkan kontradiksi yang cukup menarik.
Data inflasi PCE terbaru AS lebih rendah dari perkiraan, sehingga ekspektasi pasar bahwa The Fed masih akan menaikkan suku bunga pada bulan Oktober turun secara jelas, dan emas sempat mendapat dukungan.
Namun masalahnya, harga minyak justru naik.
Seiring perundingan AS-Iran yang buntu, pasar khawatir situasi di Selat Hormuz akan terus memengaruhi pasokan energi, sehingga harga minyak mentah kembali menguat.
Hasilnya adalah: data inflasi mendingan—yang seharusnya menjadi kabar baik bagi emas; tetapi kenaikan harga minyak lagi-lagi mendorong kekhawatiran inflasi, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap tinggi, sehingga ruang kenaikan emas kembali tertekan.
Inilah mengapa emas pada bulan September masih mengalami penurunan yang cukup jelas, dengan penurunan bulanan sempat mencapai lebih dari 6%.
Pertanyaannya: apa hubungannya dengan BTC?
Sebenarnya logikanya sama.
Aset seperti BTC dan emas sama-sama sangat memperhatikan dolar AS, suku bunga, dan likuiditas global.
Jika inflasi terus mereda, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed turun, dan tekanan likuiditas mungkin mereda; tetapi jika harga minyak terus naik, pasar bisa kembali khawatir tentang inflasi dan suku bunga.
📌 Jadi sekarang yang benar-benar perlu diperhatikan bukan hanya apakah emas naik atau tidak, melainkan kekuatan mana yang lebih dominan dari dua faktor ini: “inflasi mendingan” dan “kenaikan harga minyak”. Ke depan, data PCE, data ketenagakerjaan, harga minyak, dan imbal hasil obligasi pemerintah AS akan langsung memengaruhi penilaian pasar terhadap The Fed.
#美国8月核心PCE降至3% #比特币升破85200美元
💬 宏观消息面变化,进群聊
Emas baru-baru ini menunjukkan kontradiksi yang cukup menarik.
Data inflasi PCE terbaru AS lebih rendah dari perkiraan, sehingga ekspektasi pasar bahwa The Fed masih akan menaikkan suku bunga pada bulan Oktober turun secara jelas, dan emas sempat mendapat dukungan.
Namun masalahnya, harga minyak justru naik.
Seiring perundingan AS-Iran yang buntu, pasar khawatir situasi di Selat Hormuz akan terus memengaruhi pasokan energi, sehingga harga minyak mentah kembali menguat.
Hasilnya adalah: data inflasi mendingan—yang seharusnya menjadi kabar baik bagi emas; tetapi kenaikan harga minyak lagi-lagi mendorong kekhawatiran inflasi, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap tinggi, sehingga ruang kenaikan emas kembali tertekan.
Inilah mengapa emas pada bulan September masih mengalami penurunan yang cukup jelas, dengan penurunan bulanan sempat mencapai lebih dari 6%.
Pertanyaannya: apa hubungannya dengan BTC?
Sebenarnya logikanya sama.
Aset seperti BTC dan emas sama-sama sangat memperhatikan dolar AS, suku bunga, dan likuiditas global.
Jika inflasi terus mereda, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed turun, dan tekanan likuiditas mungkin mereda; tetapi jika harga minyak terus naik, pasar bisa kembali khawatir tentang inflasi dan suku bunga.
📌 Jadi sekarang yang benar-benar perlu diperhatikan bukan hanya apakah emas naik atau tidak, melainkan kekuatan mana yang lebih dominan dari dua faktor ini: “inflasi mendingan” dan “kenaikan harga minyak”. Ke depan, data PCE, data ketenagakerjaan, harga minyak, dan imbal hasil obligasi pemerintah AS akan langsung memengaruhi penilaian pasar terhadap The Fed.
#美国8月核心PCE降至3% #比特币升破85200美元
