Oktober benar-benar akan naik? Kali ini, yang lebih penting daripada sekadar slogan adalah melihat satu fakta
Kata yang paling hangat di pasar belakangan ini adalah
apakah tren Oktober akan datang lagi?
Alasannya sederhana: dari performa historis, Bitcoin memang sering memberi kejutan pada pasar di bulan Oktober.
Dalam lebih dari sepuluh tahun terakhir, rata-rata kenaikan Bitcoin pada bulan Oktober sekitar 18,52%, dengan 10 tahun yang berhasil mengalami kenaikan. Kenaikan median juga lebih dari 12%.
Setelah data ini dipublikasikan, reaksi pertama banyak orang adalah
kalau tingkat keberhasilannya begitu tinggi, apakah berarti sekarang tinggal langsung ikut masuk saja?
Saya rasa tidak sesederhana itu.
Pola historis bisa jadi referensi, tapi tidak bisa menggantikan kondisi pasar saat ini.
Saat ini, harga Bitcoin berada di kisaran 84.200 dolar. Dalam 24 jam terakhir, nilainya naik mendekati 1%. Sentimen pasar masih berada di zona serakah. Indeks Fear & Greed belakangan ini tetap di atas 70.
Ini menunjukkan pasar tidak kekurangan kepercayaan.
Namun ketika kepercayaan terlalu tinggi, justru perlu diwaspadai satu masalah:
apakah order beli benar-benar berasal dari kebutuhan yang nyata, atau hanya uang jangka pendek yang sedang mengejar kenaikan (FOMO)?
Saat ini, kinerja kuartal ketiga Bitcoin sudah naik sekitar 42,71%, yang merupakan salah satu kuartal terkuat dalam sejarah. Harga bahkan sudah lebih dulu melewati sebagian dari fase bull market.
Jadi, meskipun Oktober tetap berpotensi bullish, tidak bisa dipahami secara sederhana sebagai “hanya naik terus tanpa koreksi”.
Skenario yang lebih masuk akal mungkin adalah
mulai dengan pergerakan sideways untuk mencerna profit, lalu lihat apakah dana tambahan bisa terus masuk.
Jika permintaan spot terus membaik dan dana ETF terus menjadi penopang, maka Oktober berpeluang melanjutkan kekuatan.
Tapi jika pasar hanya didorong oleh sentimen, tanpa adanya dana baru yang estafet, maka “mitos Oktober” dari sejarah juga bisa berubah menjadi koreksi/sideways di level tinggi.
Yang paling saya perhatikan bukan apakah Oktober bisa naik,
melainkan setelah terjadi koreksi, apakah ada orang yang mau terus membeli.
Inilah perbedaan antara tren pasar yang benar-benar kuat dan tren yang hanya digerakkan oleh emosi.
Pendapat pribadi:
Oktober boleh tetap optimistis, tapi tidak cocok untuk mengejar kenaikan secara membabi buta.
Pasar yang benar-benar kuat tidak akan hanya mengandalkan satu data historis untuk naik.
Ke depannya, fokus pada: transaksi spot, dana dari ETF, dan seberapa kuat daya tahan/penyerapan setelah koreksi.
Kata yang paling hangat di pasar belakangan ini adalah
apakah tren Oktober akan datang lagi?
Alasannya sederhana: dari performa historis, Bitcoin memang sering memberi kejutan pada pasar di bulan Oktober.
Dalam lebih dari sepuluh tahun terakhir, rata-rata kenaikan Bitcoin pada bulan Oktober sekitar 18,52%, dengan 10 tahun yang berhasil mengalami kenaikan. Kenaikan median juga lebih dari 12%.
Setelah data ini dipublikasikan, reaksi pertama banyak orang adalah
kalau tingkat keberhasilannya begitu tinggi, apakah berarti sekarang tinggal langsung ikut masuk saja?
Saya rasa tidak sesederhana itu.
Pola historis bisa jadi referensi, tapi tidak bisa menggantikan kondisi pasar saat ini.
Saat ini, harga Bitcoin berada di kisaran 84.200 dolar. Dalam 24 jam terakhir, nilainya naik mendekati 1%. Sentimen pasar masih berada di zona serakah. Indeks Fear & Greed belakangan ini tetap di atas 70.
Ini menunjukkan pasar tidak kekurangan kepercayaan.
Namun ketika kepercayaan terlalu tinggi, justru perlu diwaspadai satu masalah:
apakah order beli benar-benar berasal dari kebutuhan yang nyata, atau hanya uang jangka pendek yang sedang mengejar kenaikan (FOMO)?
Saat ini, kinerja kuartal ketiga Bitcoin sudah naik sekitar 42,71%, yang merupakan salah satu kuartal terkuat dalam sejarah. Harga bahkan sudah lebih dulu melewati sebagian dari fase bull market.
Jadi, meskipun Oktober tetap berpotensi bullish, tidak bisa dipahami secara sederhana sebagai “hanya naik terus tanpa koreksi”.
Skenario yang lebih masuk akal mungkin adalah
mulai dengan pergerakan sideways untuk mencerna profit, lalu lihat apakah dana tambahan bisa terus masuk.
Jika permintaan spot terus membaik dan dana ETF terus menjadi penopang, maka Oktober berpeluang melanjutkan kekuatan.
Tapi jika pasar hanya didorong oleh sentimen, tanpa adanya dana baru yang estafet, maka “mitos Oktober” dari sejarah juga bisa berubah menjadi koreksi/sideways di level tinggi.
Yang paling saya perhatikan bukan apakah Oktober bisa naik,
melainkan setelah terjadi koreksi, apakah ada orang yang mau terus membeli.
Inilah perbedaan antara tren pasar yang benar-benar kuat dan tren yang hanya digerakkan oleh emosi.
Pendapat pribadi:
Oktober boleh tetap optimistis, tapi tidak cocok untuk mengejar kenaikan secara membabi buta.
Pasar yang benar-benar kuat tidak akan hanya mengandalkan satu data historis untuk naik.
Ke depannya, fokus pada: transaksi spot, dana dari ETF, dan seberapa kuat daya tahan/penyerapan setelah koreksi.
